By Ulva Mega Puspita
Bertahun-tahun telah berlalu
Namun kenangan akan dirimu
Masih tersusun rapi
Dalam memori jiwa
Meski hati dan ragamu telah menjadi milik orang lain
Namun hati ini masih di sini
Berharap suatu perubahan
Menanti sebuah keajaiban semesta
Begitu banyak luka menyayat hati
Kau gores dalam lubuk kalbu
Bak goresan tinta merah di sebuah buku
Yang menjadikannya terjatuh tak berdaya
Sejauh mata memandang langit
Ingin rasanya ku menembus cakrawala
mengingat beribu janji yang kau ucapkan
namun kau buktikan dengan pengkhianatan
Benih-benih harapan yang kau tanam
Kini kau sirami dengan air mata
Lantas mengapa kumasih menaruh hati?
Padahal kutahu kau hanya menganggapku masa lalu
yang tak pernah kau inginkan kehadirannya
Walau semesta memaksaku untuk melupakanmu
tapi jiwa ini takkan mampu
Lantas apakah ini yang dinamakan cinta atau pembodohan?
Entahlah
