By Ulva Mega Puspita

Bertahun-tahun telah berlalu

Namun kenangan akan dirimu

Masih tersusun rapi

Dalam memori jiwa

Meski hati dan ragamu telah menjadi milik orang lain

Namun hati ini masih di sini

Berharap suatu perubahan

Menanti sebuah keajaiban semesta

Begitu banyak luka menyayat hati

Kau gores dalam lubuk kalbu

Bak goresan tinta merah di sebuah buku

Yang menjadikannya terjatuh tak berdaya

Sejauh mata memandang langit

Ingin rasanya ku menembus cakrawala

mengingat beribu janji yang kau ucapkan

namun kau buktikan dengan pengkhianatan

Benih-benih harapan yang kau tanam

Kini kau sirami dengan air mata

Lantas mengapa kumasih menaruh hati?

Padahal kutahu kau hanya menganggapku masa lalu

yang tak pernah kau inginkan kehadirannya

Walau semesta memaksaku untuk melupakanmu

tapi jiwa ini takkan mampu

Lantas apakah ini yang dinamakan cinta atau pembodohan?

Entahlah

(Visited 31 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *