Oleh : Andi Ajeng Batariwawo
Malam ini, dengan semilir angin dingin membuatku merasa tenang di kamar seorang diri. Entahlah, moodku saat ini kurang baik, mungkin karena tugas yang akhir – akhir ini sangat bertumpuk dan aku malas mengerjakannya. Aku merenggangkan tubuh di kasur sebentar, sambil mendengarkan musik dan membaca buku cerita, yang membuat moodku menjadi lebih baik. Aku tidak tau mengapa setiap melamun, aku juga terus berharap dan masih terbayang bayang tentang ‘dia’.
Aku selalu berharap agar dia juga merasakan hal yang sama.Tapi biar bagaimanapun, hal tersebut tidak akan pernah terjadi. Dan anehnya mengapa setiap aku mengajaknya berbicara kenapa aku tidak dapat menatap matanya? Aku juga sebenarnya sangat heran dengan diriku sendiri, mengapa aku harus menaruh perasaan terhadap orang seperti itu? Apa karena dia famous? Tidak juga. Atau mungkin karena sikap dari dia ? Aku juga tidak tau.
Bahkan untuk sekedar bertukar sapa di sekolah pun rasanya aku tidak bisa. Karena aku mengerti, untuk apa aku menyapanya seperti orang lain? Nomor whatsappnya pun sama sekali aku tidak punya. Sekali lagi aku ingin bertanya kepada diriku sendiri mengapa aku bisa menyukai orang seperti dia? Baiklah, lebih baik aku mengerjakan tugasku yang sempat tertunda dari pada aku memikirkan ‘dia’ yang tidak akan pernah ada habisnya. Biarkan waktu yang menjawab bahwa aku dan kamu pernah terikat perasaan, maksudku bukan kamu tetapi ‘aku’.
Watansoppeng, 6 November 2021
