Oleh : Anugra Dwi Junianti
Hai, aku Kayla, seorang gadis biasa nekat mencintai sosok lelaki tampan dan juga incaran gadis gadis cantik di luar sana. Entah bagaimana jadinya nasibku ketika mencoba untuk mendekatinya.
Malam ini aku sedang berada di tengah kota, memandang langit yang gelap serta bulan yang bercahaya yang menjadi lampu untuk kota ini. Aku memikirkan banyak hal, termasuk sosok lelaki yang sedang aku sukai sampai saat ini.
Aku menghela nafas pelan, mencoba menerima semua yang sudah terjadi, karena bagaimanapun aku tidak akan bisa lari dari kenyataan ini. Aku memikirkan dia. Dia yang aku sukai. Tadi pagi kami berangkat bersama ke sekolah dan itu membuat satu sekolah memandangku dengan sangat sinis, seakan ingin memakanku mentah – mentah.
“Lo ga cocok sama cowok gue!”.
“Jauh – jauh lo sama Rafli.”
“Heh lo jangan kegatelan ya deket sama Rafli.
Kata – kata yang terus terulang di otakku, seakan sebuah film yang ditayangkan ulang. Beberapa detik kemudian aku menangis, menangis di tengah kota, di tempat yang mulai sepi karena waktu sudah menunjukkan tengah malam.
Tanpa aku sadari, Rafli sudah duduk di sampingku yang sedang menangis. Dia menunggu hingga aku selesai. Ketika a sudah berhenti nangis , aku mengangkat kepala dan kaget, ternyata dari tadi Rafli melihatku menangis seperti orang bodoh.
“Kenapa Kay? Ada masalah apa? Sini cerita sama aku,”katanya dengan elusan lembut di kepalaku. Aku tidak tahu ingin mengatakan apa, selain bercerita di hadapannya, menjelaskannya hingga terisak kembali. Selama aku bercerita, Rafli tidak henti – hentinya menatapku, mengelus tanganku, dan mencoba menenangkanku. Aku merasa nyaman berada di dekatnya. Hatiku tersentuh karena ternyata masih ada sosok lelaki seperti dia.
Diam- diam aku meminta kepada Tuhan agar tidak menjauhkan dia dariku. Kepada semesta, izinkan aku bersama dia. Aku mohon berpihaklah padaku untuk saat ini. Biarkan dia berada di sampingku disetiap keadaanku yang lemah.
Teruntuk Rafli Sanjaya, terima kasih sudah berusaha mengerti tentangku. Berusaha untuk menenangkan aku ketika panic attackku kambuh. Kamu adalah satu – satunya lelaki yang aku temui dengan rasa nyaman yang sangat dalam. Dear Rafli aku mencintaimu.
Watansoppeng, 22 Oktober 2021
