Oleh : Anugra Dwi Junianti

Teman-teman ,aku Kayla. Aku mempunyai satu cerita yang sangat aku benci ketika menceritakannya dan akan membuat dadaku sesak, tetapi aku tetap akan menceritakannya pada kalian.

Suatu hari sosok lelaki bernama Chandra mengatakan kepadaku bahwa tidak ada seorangpun selain aku yang menempati hatinya, bahwa aku adalah satu – satunya gadis yang dia cintai. Tetapi Chandra selalu saja mengatakan sibuk ketika aku mengajaknya ke suatu tempat. Malam pun Chandra tetap sibuk. Chandra yang aku kenal telah berubah, begitu cepat, benar -benar terlihat sudah mengabaikan diriku.

Surat yang Chandra tulis untukku, masih aku simpan dengan rapi, ingin menjadikannya kenangan. Chandra berkata bahwa aku memang satu – satunya gadis yang dia inginkan untuk hidup menua bersamanya. Dengan jelas dia hanya ingin aku yang dia miliki. Aku benar – benar senang mengetahui itu. Aku tetap berusaha menjadi yang sempurna untuk Chandra. Berusaha menjadikan Chandra raja di hatiku, seolah hanya ada seorang Chandra.

Tetapi selama ini aku salah, teman- temanku berkata benar. Aku setiap harinya menangis di malam hari. Aku selalu saja membela mu bahwa Chandra adalah orang yang tepat, Chandra baik untukku. Chandra bahkan pernah berjanji di depanku, Chandra tersenyum, tatapan hangat yang kamu berikan kepadaku serta janji yang kamu ucap.

Chandra kamu memang mencintai dia tetapi kamu lebih dulu mencintaiku. Dulu kamu memperlihatkan sisi hangatmu, kebahagiaan bahkan kamu menunjukkan sisi kesedihan dalam dirimu. Kamu pernah bilang bahwa kamu tidak akan pernah menyakitiku. Kamu juga bersumpah di hadapan beribu bintang.

Chandra, bagaimana bisa kamu sangat kejam dengan hatiku? Kamu menjadikan hatiku bagaikan mainan bagimu. Pasti dia begitu cantik dariku kan? sehingga kamu dengan beraninya mengingkari janjimu. Janji yang kau buat sendiri di hadapanku dan mengingkarinya juga di hadapanku.

Kamu selalu berkata kamu tidak akan menyakitiku. Tetapi lihat sekarang, kamu kejam dengan hatiku, kamu kejam dengan hati seseorang. Dengan yakin aku percaya kepadamu, tetapi seorang Chandra menghancurkan kepercayaan yang telah aku berikan dalam waktu sekejap saja.

Dari Chandra aku belajar bahwa aku tidak boleh terlalu menaruh kepercayaan kepada seseorang, dan juga berharap lebih, berekspektasi tinggi dan dijatuhkan ke dasar jurang. Jika saja kamu tidak melakukan itu ,mungkin kita akan terus bersama, melewati hari- hari bahagia kita. Namun aku di sadarkan oleh logika bahwa kisah kita sudah usai, tidak berjalan lagi dan memilih untuk berhenti.

Pada akhirnya kamu bebas tanpaku. Tidak lagi ada yang akan mengganggumu. Sekarang kau bebas. Terima kasih telah memberi luka kepadaku. Kamu kejam membuat aku saat itu juga memutuskan berhenti mencintai orang lain, berhenti membuka hati kepada yang lain.

Aku tidak akan lagi membuka hati untuk mengisi luka.

Watansoppeng, Oktober 2021

(Visited 26 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *