Oleh : Nayla Basam

Hai, perkenalkan aku Azara Mahestra. Gadis penyuka sajak yang kini telah menemukan dunianya. Dunia yang dulunya aku harap akan menjadi rumah paling nyaman di hidupku, ternyata telah pergi meninggalkan diriku juga meninggalkan beribu kenangan di masa lalu. Mungkin saja duniaku itu telah menemukan penghuni baru? seperti biasa, aku tidak tahu, dan tidak ingin tahu. Tapi tak apa, kamu akan selalu menjadi rumah ternyaman semasa hidupku.

Lucu kadang, jika aku memohon pada semesta untuk menyatukan kita kembali seperti dahulu kala. Aku tahu, semesta sudah sangat bosan mendengar keluh kesahku tentangmu disetiap malamku. Dan aku juga tahu, bahwa sampai kapanpun kamu tidak akan muncul di hadapanku lalu memelukku erat seperti dahulu. Bayang-bayangmu dimasa lalu sering menghantuiku ketika malam tiba. Aku lelah, aku lelah dengan segala takdir semesta yang memaksa kita lari dari rasa rindu setiap detik.

Jujur saja aku masih belum bisa melupakan segala hal menyenangkan yang kita lakukan dahulu. Mengingat kembali bagaimana gugupnya kamu ketika pertama kali datang ke rumahku malam itu. Juga seberapa cepatnya jantungku berdetak ketika kamu berkata akan mengantarku pulang. Dasar remaja.

Tidak jarang setetes air jatuh dari mataku hanya karena sesak menahan rasa rinduku padamu. Tidak, tidak, tidak seperti itu maksudku. Aku sudah melupakanmu, tenang. Hanya saja, memori indah di masa lampau seringkali mendatangiku tanpa diminta. Aku merasa sangat beruntung pernah dicintai oleh dirimu. Tapi aku merasa sangat bodoh karena sampai sekarang aku masih mencintaimu. Maaf, kak.

Dan pada akhirnya setelah merenungkan takdir semesta, aku berpikir mungkin alangkah baiknya jika sampai disini saja. Luka yang kamu berikan pasti akan sembuh secepatnya. Dan maaf, jika aku telah menjadikanmu sebagian besar dari jiwaku. Berusaha untuk saling merelakan bahwa bahagia tak harus berjalan bersama. Melewati fase kehilangan dengan begitu gigih hingga sampai pada titik dimana ikhlas sudah ku tanamkan di hati dan pikiran. Aku harap kita akan bertemu kembali, baik di masa depan ataupun di dunia yang akan datang. Maaf dan terimakasih, kak.

— Zara, 11/10/21

(Visited 54 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *