Pacaran? Not My Style
Walaupun di akhir zaman ini banyak remaja yang berpacaran, aku tetap berpegang pada prinsipku sendiri. Aku membuat suatu prinsip, yaitu: “Walaupun caraku menutup aurat belum sempurna, akan kupastikan tidak akan…
Walaupun di akhir zaman ini banyak remaja yang berpacaran, aku tetap berpegang pada prinsipku sendiri. Aku membuat suatu prinsip, yaitu: “Walaupun caraku menutup aurat belum sempurna, akan kupastikan tidak akan…
Oleh: Adit Anugrah Pratama Malam ini sunyi, terlalu sunyi untuk hati yang masih sibuk berdialog dengan kenangan.Aku menatap langit lama sekali bukan untuk mencari bintang, tapi untuk mencari alasan mengapa…
Oleh: Adit Anugrah Pratama Ia berdiri di ambang pintu, menatap kosong ke arah ruang yang dulu penuh tawa.Sekarang, hanya ada bayangan dirinya sendiri yang terjebak di antara ingin pergi dan…
Oleh: Adit Anugrah Pratama Langit sore itu berwarna lembut — campuran jingga, biru, dan sedikit abu yang menenangkan.Di tepi danau yang sunyi, hanya ada dua orang: seorang lelaki dengan gitar…
Oleh: Adit Anugrah Pratama Langit sore itu berwarna lembut campuran jingga, biru, dan sedikit abu yang menenangkan.Di tepi danau yang sunyi, hanya ada dua orang: seorang lelaki dengan gitar di…
Oleh: Adit Anugrah Pratama Di sudut sebuah kafe bernama Brewmore, seorang remaja duduk diam di atas sofa biru. Matanya menatap kosong ke arah dinding, seakan mencari jawaban yang tak pernah…
Oleh: Adit Anugrah Pratama Malam itu sunyi. Lampu jalan memantulkan cahaya samar, dan langkah seorang anak muda terdengar pelan di trotoar yang dingin. Tubuhnya tampak buram, seolah bayangan yang tak…
Oleh: Adit Anugrah Pratama Di sebuah ruang sederhana dengan dinding putih bersih, seorang anak muda duduk dengan tegak di kursi abu-abu. Balutan jas hitam membuatnya tampak lebih dewasa dari usianya.…
Oleh: Amara Nasifa* Teman-teman, berhentilah sejenak. Tutup telinga dari gemuruh kabar tak penting. Kali ini, biarkan hati dan nuranimu mendengarkan sebuah nama yang menuntut keadilan: Zara Qairina Mahathir. Seorang siswi…
Oleh: Amara Nasifa* “Tak ada yang lebih sulit dipahami daripada sang manusia. Jangan anggap remeh si manusia, yang kelihatannya begitu sederhana. Biar penglihatanmu setajam mata elang, pikiranmu setajam pisau cukur,…
WhatsApp us