Reruntuhan Asa di Tepi Senja
Oleh: Reisya Alfi Pada senja yang perlahan pudar,kau berdiri di tepi dunia yang rengkah,seperti reruntuhan istana yang tak lagi utuh,ditinggalkan oleh cahaya yang dulu menyelimutinya. Ada bayang di kejauhan,menari tanpa…
Oleh: Reisya Alfi Pada senja yang perlahan pudar,kau berdiri di tepi dunia yang rengkah,seperti reruntuhan istana yang tak lagi utuh,ditinggalkan oleh cahaya yang dulu menyelimutinya. Ada bayang di kejauhan,menari tanpa…
Oleh: Reisya Alfi Di seberang cahaya redup itu,ada nyanyian yang tak pernah terdengar,dinyanyikan oleh suara yang kau kenali,namun kini terasa jauh di balik kabut tipis. Kau mencoba mendekat,tapi langkahmu berat,seperti…
Oleh: Reisya Alfi Ada bekas tapak yang tertinggal di lorong waktu,langkah-langkah yang tak tahu arah,seperti angin yang menghembus tak beraturan,menyapu kenangan yang pernah utuh. Kau berjalan di antara bisik,suara-suara yang…
Oleh: Andi Annisa The day he and I were united.Back after having to part 1years of ageThe Day That Never HappenedI’ll Never Forget, March 2, 2024 Can the day come…
Oleh: Nayla Basam* Kala kudengar deraian sang hujan,Ingin ku minta tuk sampaikan sedikit harapSetidaknya cukup sebagai ungkapan perihal aku yang sedang merindu Betapa lancangnya diriku,Merapalkan namamu dalam serpihan doakuAda banyak…
Oleh: Nayla Basam* In the cold of night, piercing to the bone,Memories drift to August 7th, a date well-known.A tale from three years past,We, two souls caught in a love…
By: Aisyah Nur Adhayani* If I could,I would want to be a butterfly I would ask the Cactus how it survivesAnd the Rose about its anger If I could,I would…
Oleh: Revan Febriansyah Dulu kau indah, permata nusantaraKini kau terluka, penuh luka laraPerpecahan meraja, persatuan sirnaHarapan memudar, mimpi jadi debu Sungaimu tercemar, hutanmu gundulLautmu mengamuk, bumi meraung sengsaraKorupsi merajalela, keadilan…
Oleh: Revan Febriansyah Kenangan memudar, seiring berjalan waktuCinta yang dulu indah, kini terasa hampaRindu menyelimuti, hati terasa sepiMasihkah ada harapan untuk kembali? Apakah aku bisa memelukmu, dalam mimpi?Ou Tuhan, beginikah…
Oleh: Nayla Basam* Di balik kelopak matanya yang terpejamDunia dalam kepalanya kini bukan lagi sekadar sketsa sederhanaMelainkan simfoni khayalan yang mengalun, membawa harmoni dan warna ke setiap sudut pikirannya Terperangkap…
WhatsApp us