Oleh: Nayla Basam*
Kala kudengar deraian sang hujan,
Ingin ku minta tuk sampaikan sedikit harap
Setidaknya cukup sebagai ungkapan perihal aku yang sedang merindu
Betapa lancangnya diriku,
Merapalkan namamu dalam serpihan doaku
Ada banyak sekali angan yang kutuang di setiap semogaku
Agar kau tahu,
Sukmaku rela tuk setia merengkuhmu
Di antara banyaknya cerita,
Kau adalah halaman yang selalu ingin kutuliskan
Di antara ratusan jiwa,
Kau adalah satu titik yang tak pernah ingin berhenti tuk kupandang
Dalam luasnya langit malam,
Kau bagaikan bintang yang berpijar menyinari alam
Besar harapanku tuk jadi alasan sederhana atas kebahagiaanmu
Namun, kau pun selalu acuh
Berpaling dengan angkuh, terus-menerus menganggap ku bagai angin lalu
“Ah, aku tak tahu jika telah ada seseorang”
Sang puan yang kau jadikan alasan tuk bahagia
Oh ternyata, begitu berbinar matamu bila memandang paras ayunya
Sungguh terdengar layaknya kasih yang tak hingga
Turut berduka atas segala goresan luka
Sudah waktunya bagiku tuk menata relung hati, lalu bersiap tuk beranjak pergi.
*Penulis adalah siswi SMAN 1 Soppeng
