Oleh: Revan Febriansyah
Dulu kau indah, permata nusantara
Kini kau terluka, penuh luka lara
Perpecahan meraja, persatuan sirna
Harapan memudar, mimpi jadi debu
Sungaimu tercemar, hutanmu gundul
Lautmu mengamuk, bumi meraung sengsara
Korupsi merajalela, keadilan tergadaikan
Rakyat menderita, kelaparan merajalela
Oh, negeriku, kapan kau pulih?
Dari luka yang mendalam, dari derita yang pilu
Dalam gelap nafsu, harta diraup tamak
Negeri menangis, rakyat merintih pilu
Korupsi merajalela, bak virus mematikan
Bagaikan menggerogoti sendi-sendi keadilan
Harapan sirna, impian terkubur dalam
Kesenjangan semakin lebar, jurang menganga dalam
Rakyat miskin, elite berfoya-foya
Keadilan mati, hukum hanya sandiwara
Oh, negeriku, kapan kau bangkit?
Dari belenggu korupsi yang memikat
Di mana kau sila, kapan kau kembali?
Sila kelima telah tiada, direnggut anak bangsa
Ou tidak, negeri ini akan direnggut oleh negeri bambu
Ouu pribumi, ragamu telah tergantikan oleh pricina
Sadarlah wahai pribumi, Negerimu telah hancur
Hancur perlahan, namun cepat
Mari satukan tangan, lawan kezaliman
Mari kita musnahkan cuci tangan dari negeri ini
Mari merdeka, merah darahku putih tulangku
Bangun negeri baru, yang adil dan humanis.
Dolok Masihul, 4 September 2024
