Oleh: Aisyah Nur Adhayani*
Aku mematuk langit sampai uratnya putus
Terjungkal sudah pagi, kian berbau besi
Dunia menggeram mampus
Puingnya dingin dan sendiri
Kumandang tak pernah benar-benar habis
Tenaga terkikis, gerak pun basi
Tak ada akhir pada yang terlalu luas
Aku berhenti bertanya dan tetap di sini
Berkemungkinan doa menembus
Menganga, waktu menggigit nadi
Tertinggal dengung tipis-tipis
Berdiriku di hitam, sunyi.Watansoppeng, 28 Desember 2025
*Penulis adalah Siswi SMAN 1 Soppeng
(Visited 31 times, 1 visits today)
