Oleh: Raghif Yaziq Uqail

Di tengah kebingungan, tampak seorang anak sedang bermain permainan mobil di salah satu meja. Evan dan teman-temannya bertanya-tanya, bagaimana mungkin ada anak di sini? Padahal, tempat ini sudah terbengkalai sejak delapan tahun lalu. Mereka pun mendekati anak tersebut, namun tiba-tiba anak itu menghilang begitu saja.

Di saat yang bersamaan, semua lampu tiba-tiba padam, dan seluruh ruangan menjadi gelap gulita. Tiba-tiba, muncul sesosok wanita di salah satu kursi. Ia terlihat sedang menangis. Dengan penuh keberanian, mereka mencoba mendekati wanita itu.

Saat mereka mulai mendekat, tiba-tiba wanita itu berbalik menghadap mereka dan berkata, “Apa yang kalian lakukan? Ini tempat terlarang! Kalian tidak boleh berada di sini!”

Mendengar hal itu, Sanny pun menjawab, “Kami datang untuk mengungkap misteri di gedung ini.”

Wanita itu menatap mereka dan berkata, “Niat kalian memang baik, tetapi kalian harus mengerti. Gedung ini sebenarnya tidak menyimpan misteri, hanya saja banyak cerita di luar sana yang menganggapnya berhantu. Memang, gedung ini berhantu, tetapi semua ini bisa diselesaikan dengan sebuah surat yang berisi cara menyingkirkan hantu di sini. Kalian bisa menemukan surat itu di puncak gedung, tepatnya di ruang pegawai di lantai lima.”

Mendengar hal itu, mereka berencana pergi ke ruangan tersebut untuk menyingkirkan hantu di gedung ini. Namun, sebelum mereka berangkat, wanita itu berpesan, “Berhati-hatilah selama perjalanan. Kalian tidak akan tahu bahaya apa yang ada di gedung ini. Kemungkinan besar, kalian tidak bisa keluar dari sini. Maka, berhati-hatilah.”

Mereka mengangguk, mendengarkan pesan tersebut, lalu berpamitan kepada wanita itu.

Mereka pun mulai mencari ruangan di lantai lima. Namun, sebelum itu, mereka harus menemukan tangga untuk sampai ke sana. Akhirnya, mereka menemukan sebuah tangga kecil, tetapi tangga itu sangat gelap. Meski begitu, mereka tetap melanjutkan perjalanan.

Setelah mencapai pertengahan tangga, tiba-tiba terdengar suara kursi goyang dari balik tembok. Mereka berhenti sejenak dan mencoba mendengar dengan jelas, tetapi suara itu menghilang begitu saja. Mereka pun menghiraukannya dan melanjutkan perjalanan hingga tiba di lantai empat.

Di lantai empat, jumlah toko semakin sedikit, dan pencahayaan semakin berkurang. Mereka tidak ingin membuang waktu, sehingga langsung mencari tangga berikutnya untuk mencapai lantai lima.

Cerita berlanjut ke bagian 4.

(Visited 24 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *