Oleh: Syifa Nabila Muhlis*
Jatuh, terluka, terkoyak, dan akhirnya bangkit. Semua insan manusia pernah merasakannya. Tak seorang pun di dunia ini lewat dari ombak besar bernama kegagalan.
Jikalau ditanya, hal apa yang paling berkesan bagimu? Maka aku akan menjawab kemenanganku. Lalu? hal yang membekas? Akan kujawab kegagalanku.
Kadang kala, kegagalan membuat hatiku retak, bagaikan piring yang jatuh, memecah menjadi kepingan-kepingan yang tak akan menjadi utuh.
Tak sedikit kegagalan telah kudapat di hidupku. Hidupku yang sudah berjalan 14 tahun lamanya, dan diriku memulai perjalanan, dimana kegagalan-kegagalan sudah kerap kali kutemukan. Kegagalan yang menjatuhkan mental, melemahkan hati, dan mengganggu pikiran. Terkadang, kegagalan itu yang menjadi belati yang tertancap di hati.
Tapi, jika engkau beranggapan, kegagalan tak membuatmu goyah, gentar, apalagi jatuh di titik terendah dan tak akan pernah bangkit, maka….. lanjutkan perjuanganmu! Kau adalah pejuang sejati.
Kita semua bisa menjadi Sang Pejuang Sejati. Yang tak gentar oleh rintangan dan halangan apa pun. Namun bagiku, itu adalah hal yang cukup sulit. Untuk melewati satu badai saja, hati dan pikiranku berkelana ke tempat yang tak seharusnya disinggahi. Tempat di mana seluruh pemikiran-pemikiran terus berputar tanpa henti. Tempat yang menambah rasa insecure dalam diri.
Ombak-ombak yang datang dalam kehidupan insan, akan berbeda ketinggiannya. Dan insan-insan pun berbeda kekuatannya. Bisakah kita menerjang badai itu tanpa terkoyak sedikitpun? Bisakah kita melalui badai itu tanpa hancur sekalipun? Pikiran-pikiran tak menentu, berputar dan membuat rasa sakit kian mendalam.
Setiap aku melewati badai, cobaan, omongan, cemoohan dan kejadian-kejadian lain, kucoba menguatkan diri, dan bercerita dengan siapa saja yang bisa memeluk relung hatiku. Orang terkasihku, mereka sumber kebahagiaanku. Memiliki orang terkasih, adalah hal paling indah dalam proses, “Jatuh, Bangkit Lagi!”
Apa pun hal yang sedang berada di depanmu saat ini, hadapilah! Lari dari hal tersebut tak akan membuatmu merasa tenang. Semua hal yang terjadi akan bermakna di masa depan. Hal-hal yang sudah terjadi, yang akan menjadikan kita insan yang teguh, percaya diri dan membawamu ke versi terbaik dirimu sendiri.
*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng Kelas 9.1
