Di sebuah taman kanak-kanak (TK), ada seorang anak perempuan yang bernama Azizah. Anak perempuan tersebut kerap disapa Ica. Suatu hari, pada tahun 2016, Ica mengikuti lomba di sekolahnya tersebut. Lomba yang ia ikuti yaitu menghafal surah-surah pendek. Namun, ada satu surah yang sulit dihafal oleh Ica dan surah itu bernama Q.s. Al-Falaq. Ica terus mengulangi dan menghafal surah itu di rumah dan dalam pengawasan ibunya. Ia terus menghafal surah tersebut pagi, siang, sore, hingga malam hari. Namun, Ica tetap tidak dapat menghafal surah tersebut dengan benar dan sudah mempunyai keinginan untuk menyerah.
Namun sang ibu berkata “Tetaplah berusaha, selalu beribadah dan berdoa kepada tuhan Yang Maha Esa. Insyaa Allah kamu pasti akan berhasil”. Pada saat itulah Ica mengurungkan niatnya untuk menyerah dan terus berusaha agar dapat menghafal surah tersebut dengan benar dan tepat sebelum hari lomba tiba.
Beberapa hari kemudian, tibalah hari di mana Ica akan lomba. Saat duduk di bangku peserta lomba, Ica sangat gugup karena takut tidak akan memenangkan lomba tersebut. Lomba pun dimulai, para peserta sudah tampil satu persatu, dan sekarang giliran Ica. Ica naik ke panggung dan mulai menghafal surah tersebut. Ternyata, Ica menghafal dengan benar dan tepat surah yang sebelumnya sangat sulit untuk ia hafal.
Setelah Ica tampil, saatnya pengumuman juara 1,2, dan 3. Juri mulai membacakan nama-nama juara mulai dari juara 3, 2, dan 1. Syukur Alhamdulillah ternyata Ica mendapatkan juara 1. Ica tidak menyangka dan ia terharu atas pencapaian yang didapatkan itu. Ica pun segera menuju ke keluarganya dan memeluk mereka dengan erat.
Ica teringat dengan kata-kata ibunya, dan ia berkata dalam hatinya, “ternyata perkataan ibu pada hari itu benar, jika kita ingin berhasil, maka kita harus berusaha, selalu beribadah dan berdoa kepada tuhan Yang Maha Esa”. Sejak saat itu, Ica akan selalu mengingat kata-kata tersebut dalam hati dan pikirannya.
