Setiap nenek ke rumahku untuk bermalam, suasana rumah menjadi ramai tidak seperti biasanya. Aku juga tidak tahu suasananya terasa beda. Nenekku kadang datang saat hari sekolah jadi setiap hari aku meninggalkannya sendirian di rumah. Aku tidak tega melihatnya. Serasa ingin menemani nenek di rumah, tetapi aku harus sekolah untuk mencapai cita cita. Di sekolah aku selalu khawatir ingat nenek takutnya terjadi hal yang buruk padanya. Semoga nenek baik-baik saja di rumah. Doaku dalam hati

Menanti waktu pulang sekolah terasa begitu lama, karena aku sudah tidak sabar ingin cepat pulang supaya bisa bertemu nenek lagi. Sesampai di rumah aku mencari nenek.Ternyata nenek sedang tidur di kamar. Aku langsung mengganti baju dan tidur bersama nenek.

Malam pun tiba. Aku dan nenek menonton dan makan bersama.Itu hal yang seru. Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan. Waktunya tidur untuk sekolah besok pagi-pagi. Kalau aku sudah mau tidur, nenek juga pasti tidur. Sebelum memejamkan mata, aku masih sempat berbincang-bincang banyak hal dengan nenek. Senang rasanya bisa berkeluh kesah dan berbagi bersama nenek. Ia sangat mengerti aku.

Pagi telah tiba, waktu sudah menunjukkan pukul 5 pagi. Aku pun salat, mandi, dan berbenah ke sekolah. Namun sebelum berangkat, aku sarapan dulu bersama nenek. Aku sedih meninggalkan nenek lagi.

Waktu berjalan sangat cepat.Tibalah saat nenek pulang ke rumahnya.Perasaanku jadi campur aduk.Jika nenek pulang, suasana rumah menjadi sepi lagi. Siapa yang menemaniku saat tidur? Saat ingat semua itu, aku pun menangis. Tidak ingin rasanya ditinggal nenek, namun aku tidak boleh egois. Akan ada waktunya berkumpul lagi bersama nenek, bercerita dan berbagi bersama. Aku akan selalu merindukan masa-masa itu.

Semoga nenek diberi umur yang panjang agar bisa selalu bertemu. Aku sayang nenekšŸ¤

*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng, Kelas 7.3

(Visited 37 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *