Oleh: Aura Annizaa*
Namaku Boy. Aku bersekolah di SMA Citra Lestari atau biasa disebut CTL SCHOOL merupakan sekolah yang sangat bersih, aman, tertib, serta memiliki murid yang sangat ramah. Tahun ini aku berumur 17 tahun. Aku merupakan siswa yang berprestasi di bidang Bahasa Inggris sehingga aku di gemari oleh banyak orang. Aku memiliki sahabat yang sangat baik dan selalu mendukungku dalam banyak hal. Kami dikagumi oleh siswa siswa lain karena sahabat-sahabatku adalah orang-orang yang sangat ceria dan juga berbakat.Tetapi semuanya berubah semenjak kami berkemah di sekolah. Inilah ceritaku.
Di pagi hari Boy dan sahabatnya Fino, berangkat bersama ke sekolah. Sesampainya di sekolah, Boy dan Fino memasuki kelas bersama karena mereka sekelas.
“Selamat pagi teman-teman! Sapa Boy. “Oh, selamat pagi Boy, Fino,” jawab teman-teman sekelasnya. Setelah Boy dan Fino duduk, Yaya dan Yuni ketua kelas dan wakilnya, sekaligus sahabat mereka datang menghampiri Boy dan Fino. “Napa? ” tanya Fino. “Lu piket woi! Datang-datang langsung nyantai aje! Bersih-bersih sono! Jawab Yuni.
“Eh iya weh kita piket!” -sambung Boy “Au ah males nyapu gue” -jawab Fino. Karena kesal Yaya pun mencatat nama Fino di buku catatannya karena ingin memberitahu guru bahwa Fino tidak ingin piket “Ya udah, gue catat nama lu aja.” -Yaya, “lah kok nyatet nama gue sih!!” -sambung Fino. “Kan lu gak mau piket kan? Ya udah gue catat” -jawab Yaya. Setelah mengatakan itu, Yaya dan Yuni pergi meninggalkan Boy dan Fino.
“Weh, gimana ini cok! Nama gue dah dicatat ama Yaya.” Fino sedikit panik karena pasti akan dimarahi guru, seperti aturan kelas jika ada yang tidak ingin piket akan dihukum membersihkan toilet sekolah yang sangat kotor. “Wkwk, makanya jangan males”-Tawa Boy. “Malah ketawa si bocah” -kata Fino.
DING DING DING (bel pelajaran berbunyi)
Setelah piket, bel pelajaran pun berbunyi tanda setiap kelas akan memulai pelajaran mereka. “Au ah males bet anjir, jam pertama Matematika,” kata Fino dengan malas sambil memutarkan matanya. “ha ha ha ga papa Matematika kan juga ilmu,” sambung Boy. “Serah lu dah, mentang-mentang anak pinter lu ye,” jawab Fino. “Baiklah anak-anak, sekarang kumpulkan buku Matematika kalian di meja ibu,” kata ibu guru. “Lah kok dikumpul? Jangan-jangan ada ulangan lagi???!! Weh laaaaaaaaa” Keluhan Opal teman kelas sekaligus sahabat Boy juga Fino. “Kita gak ulangan tapi pemeriksaan PR,” sambung Yaya “wtf! Ada PR????” Kata opal, “Ya iyalah, jangan jangan lu lupa ya?” Jawab Yuni “Iya weh gue lupa,” sambung Opal. “Mampus lu”, sambung Fino sambil menertawakan Opal.
DING DING DING DING(bel istirahat)
“Akhirnya istirahat.” Eh kita ke kantin kuy?” Kata Boy. “Gass” Jawab Fino. “Yaya, Yuni, Pal, kalian mau ke kantin bareng gak? Sekalian kita ke kelasnya si Aze dulu” “Yo dah ayok,” sambung Yaya.
Setelah berjalan dan ke kelas sebelah Fino, Boy, Opal, Yaya, dan Yuni memanggil sahabat mereka
“Aze,Lilis, Taufan, Natan, Tio, Vio, Viona. Ke kantin bareng yok” Teriak Opal memanggil sahabat-sahabatnya.
“Iya iya tunggu,” Jawab Taufan “Yah..Daren mana,” kata Tio yang mencari sahabatnya yang paling dekat dengannya. “Daren lagi rapat Osis” Sambung Yaya. “Lah terus lu ama Yuni napa gak ikutan rapat? “Yah gue ama Yaya udah selesai rapat, cuma Daren yang masih rapat ama yang lain,” sambung Yuni. “Woi lah kapan ke kantinnyaaaa!!! Gue udah laper dari tadi!” Aze yang sudah lelah menunggu dari tadi. “Sabar napa. “Ya udah kita ke kantin” Sambung Boy.
*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng
