“Jerry… Akhirnya kita bertemu juga” ucap pria yang berada di depan Jerry.
“Aku tahu kau pasti terkejut melihatku. Tapi harusnya kau senang bertemu denganku. Bagaimanapun ini adalah reuni kita berdua” sambung pria tersebut.
“S-siapa kau? mengapa kita berdua sangat…” tanya Jerry yang langsung disela oleh pria itu.
“Tenanglah. Jangan terburu-buru. Masih banyak hal yang belum kamu ketahui. Pertemuan kita kurasa cukup sampai di sini dulu” ucap Pria itu.
“S-sebentar. Aku masih banyak pertanyaan” ucap Jerry.
“Tahu lebih banyak bisa membuatmu dalam bahaya loh…” ucap Pria itu.
“Tapi..” ucap Jerry.
“Tidurlah… anggap semua ini hanyalah mimpi saja” Bisik pria itu di telinga Jerry
Mendengar bisikan itu, perlahan Jerry merasa kepalanya berat dan pandangannya perlahan buram. Perasaan kantuk tiba-tiba menyerang Jerry. Karena tidak bisa bertahan, Jerry pun terbaring di lantai.
“Robi, Fery, antar dia kembali ke kosannya. Buat dia berasa baru saja bermimpi dan pastikan tidak ada yang melihat kalian” perintah Pria itu.
“Baik tuan..” ucap mereka berdua dan langsung mengangkat tubuh Jerry keluar dari ruangan.
***
“Tunggu!!” teriak Jerry yang terbangun dari tidurnya.
“Apakah itu hanya mimpi?” Gumam Jerry sambil mengedarkan pandangan ke segala penjuru kamar.
Tok tok tok
“Jer… kau kenapa?” Tanya Fiki yang mengetuk pintu kamarnya.
“Gak papa. Cuma mimpi buruk” Balas Jerry.
“Kalau gitu mandi gih. Aku udah buatin makanan” ucap Fiki.
“Iya bentar” ucap Jerry lalu melirik jam yang berada di meja dekat tempat tidurnya.
‘Jam 11? aku tidurnya lama juga’ batin Jerry.
Beberapa menit kemudian,
Jerry yang telah mandi berjalan turun ke ruang tengah dan menghampiri Fiki yang sedang duduk di sofa ruang tamu dan menonton tv sambil makan snack
“Udah makan kau?” tanya Jerry.
“Udah.. pergi makan gih.. aku baru buatin nasi goreng campur telur entar dingin” ucap Fiki.
“Ya udah..” ucap Jerry berbalik dan berjalan menuju meja makan.
Sesampainya di sana, ia pun duduk di salah satu kursi lalu membuka tudung saji dan mengambil makanan yang sudah di siapkan Fiki dan memakannya.
Setelah menghabiskan makanannya, Jerry membereskan peralatan makan dan meletakkannya di wastafel lalu mencucinya kemudian meletakkan peralatan makan yang ia cuci ke tempatnya.
Setelah selesai menyimpan peralatan makan yang ia gunakan, Jerry berjalan ke arah Fiki yang sedang menonton sambil makan snack.
“Serius banget nontonnya” ucap Jerry yang duduk di samping Fiki.
“Ngagetin aja sih” ujar Fiki.
“Film apaan nih?” tanya Jerry.
“Filmnya Sherlock Holmes. Jangan banyak tanya nonton aja” ucap Fiki .
Jerry pun mengambil sebungkus kripik kentang rasa balado sembari menonton Film. Mereka menonton hingga lupa waktu. Mereka menghabiskan puluhan snack yang berada di atas meja. Tak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 1 siang dan film pun berakhir.
“Ternyata jadi detektif seru juga” ucap Fiki.
“Belum pernah ngerasain jadi detektif yah. Kasian” ucap Jerry.
“Biarin. Kayak kamu pernah aja” ujar Fiki.
“Yang nemuin kamu yang tersesat di hutan selama seminggu siapa.. itu aku.. yang lain udah pada nyerah tapi aku enggak” ucap Jerry.
“Emang pernah yah? kok aku gak inget?” ucap Fiki.
“Kamu kan emang pelupa orangnya” ucap Jerry beranjak dari sofa.
“Jer, nanti temenin aku ke mini market yah. Persediaan cemilanku dah nipis… terus isi kulkas juga tinggal dikit” ucap Fiki.
“Lah gak pesen online aja?” tanya Jerry.
“Enggak deh. Aku mau pergi beli aja” Balas Fiki.
“Ya udah entar aku temenin. Mau minum gak?” ucap Jerry sambil membuka pintu kulkas.
“Iya… aku mau cola” ucap Fiki
Jerry mengambil dua botol cola dari dalam kulkas dan berjalan kembali ke sofa lalu menyodorkan cola ke Fiki.
Beberapa saat kemudian, mereka berdua mengendarai sepeda motor milik Jerry ke mini market. Sesampainya di sana, mereka pun masuk ke dalam mini market..
“Fik… aku mau keliling nyari barang. Kamu bisa kan belanja sendiri” ucap Jerry.
“Kau pikir aku itu anak kecil apa. Udah sana” ucap Fiki.
Mereka pun berpisah. Fiki membeli snack, minuman, daging, dan lain sebagainya. Sedang membeli, dua orang berjas hitam masuk ke dalam mini market dan berjalan ke arah Fiki lalu membius Fiki dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius lalu membawa Fiki keluar dari mini market sambil mengancam kasir dan pegawai mini market.
Jerry yang sedang melihat lihat barang di tempat lain tidak menyadari hal tersebut.
“Dek, temenmu diculik” bisik pegawai mini market kepada Jerry karena tadi melihat mereka berdua datang bersama.
“Hah… ” Jerry yang mendengar hal tersebut segera berlari keluar dari mini market dan melihat Fiki sudah masuk kedalam sebuah mobil.
Jerry mengendarai motornya untuk mengejar mobil yang membawa Fiki. Mobil itu melaju kencang di jalanan. Tak ingin kehilangan jejak, Jerry mempercepat motornya berniat ingin melewati mobil dan menghadangnya dari depan. Namun, seakan tau rencananya, mobil itu semakin mempercepat mobil. Adegan kejar-kejaran pun terjadi.
Mobil tersebut mengemudi ke daerah pelosok dan berhenti di sebuah mansion yang sangat megah. Melihat mobil berhenti, Jerry langsung memarkirkan motornya dan berlari ke arah mobil. Namun, saat sudah berada beberapa meter dari mobil, ia tiba-tiba tidak dapat bergerak mendekat.
Tak lama, pintu mobil terbuka dan seseorang ke luar dari dalam mobil. Melihat siapa yang keluar dari mobil, lagi-lagi Jerry dibuat mematung.
“Ka-kau… kukira itu hanya mimpi” Ucap Jerry yang masih tidak bergerak dari tempatnya.
“Yo… kita baru kali ini bertemu.. bagaimana kabarmu? Apakah hidupmu baik-baik saja” ucap Orang itu yang berjalan kearah Jerry
“Siapa kau sebenarnya? Mengapa kita sangat..” ucap Jerry yang langsung di sela oleh orang itu.
“Shhhttt… jangan terburu-buru. Masuklah dulu” ucap orang itu
“Bagaimana aku bisa masuk, bergerak saja tidak bisa” ucap Jerry.
“Oh iya aku lupa. Untuk jaga-jaga kalian berdua angkat dia ke dalam” ucap orang itu sambil menunjuk dua pria berjas hitam yang berada di depan pintu mansion.
“Baik tuan” ucap mereka berdua.
“Tunggu dulu. Mengapa kalian menangkap adikku juga. Lepaskan dia. Aku akan mengikuti kemauan kalian, tapi lepaskan adikku” ucap Jerry.
“Hah… adik?.. rupanya otakmu sudah dimanipulasi sedemikian rupa. Dia bukan adikmu. Mereka bukan saudaramu. Mereka bukan keluargamu. Mereka hanya memanfaatkanmu” ucap orang itu.
“Apa maksudmu? Jangan menipuku. Mereka menganggapku sebagai keluarga dan membantuku balas dendam” ucap Jerry.
“Aist… saudaraku. Kau ini sangat naif. Itu hanya ilusi yang mereka buat di pikiranmu” ucap Orang itu.
“Heh… kau pikir aku akan mempercayaimu?.. ” ucap Jerry
“Sudahlah… bawa dia kedalam…” perintah orang itu kepada dua pria berjas yang sudah berdiri di samping Jerry
Mereka pun membawa Jerry kedalam mansion. Jerry ingin melawan namun ia sulit menggerakkan tubuhnya. Setelah Jerry di bawa masuk, Pria berjas di dalam mobil keluar sambil memapah Fiki keluar dari mobil.
“Adik?.. heh.. bukannya orang ini bisa dikatakan pamanmu. sepertinya ilusi orang ini sudah menipu saudaraku… Dasar saudaraku yang naif. Bawa orang ini ke ruangan putih” ucap orang itu.
“Baik” ucap mereka.
*Karya Muh. Irwan ali dari SMAs Haji Agus Salim Katoi
