Dewasa adalah salah satu cita-citaku sewaktu kecil. Karena bagiku, dewasa itu keren, hebat, dan luar biasa menarik.
Namun kenyataannya, dewasa itu tak seindah dalam bayangan masa kecilku. Ternyata untuk menjadi keren, hebat, dan sempurna itu rasanya sulit.
Menjadi dewasa menuntut kita untuk sabar dengan segala perkataan orang yang begitu menyakitkan. Mulut yang mengeluarkan kata-kata yang luar biasa dahsyatnya dalam memporak-porandakan mental kita. Lantas kita harus bagaimana untuk lepas darinya?
Stop pedulikan segala ucapan dari orang-orang yang menurut kita tidak penting! Fokus saja untuk membenahi diri, bukan mendengarkan ocehan dari mulut yang tidak bertanggung jawab.
Hei⦠Jangan menyerah. Kamu pasti bisa melalui semuanya. Kamu harus kuat berdiri di kaki sendiri tanpa bantuan orang lain. Tapi jangan jadi orang yang egois karena orang dewasa bukanlah yang egois.
Jika hatimu terluka karena sebuah pengkhianatan, maka bangkitlah dan sembuhkan lukamu. Apabila kamu hancur dan rasanya ingin menyerah, kamu hanya akan menjadi bahan olok-olokan dari musuhmu. Jadikan derita hari ini adalah kekuatan untuk terus melangkah.
Jangan pernah perlihatkan kelemahan di hadapan mereka, dan jangan pernah menunjukkan kebaikan kepada siapa pun. Seperti sebuah kutipan yang pernah saya baca dan dengar,”Orang yang menyukaimu akan tetap menyukaimu walau seburuk apa pun atau sejahat apa pun kamu, tetapi jika orang itu membencimu, dia akan tetap membenci mau sebaik dan semulia apa pun di hadapannya karena pada dasarnya dia memang tidak menyukaimu”.
Derita, air mata, kecewa, marah, senyum, tertawa dan bahagia merupakan proses pendewasaan diri. Walau jalannya sulit, tetapi kita tetap harus melalui fase itu.
Saya tidak pernah memberi larangan untuk mengeluh. Mengeluhlah jika memang capek. Berhentilah sejenak jika sudah tidak sanggup lagi, tapi ingatlah untuk melanjutkannya. Jika telah mampu melewati semuanya, maka kamulah pemenangnya.
