Oleh: Arga Ayu Kumala*
Sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci ramadan, bulan penuh berkah dan pengampunan. Bulan yang begitu dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Sebulan penuh kita diwajibkan berpuasa bagi yang mampu. Kita berpuasa bukan hanya menahan lapar tapi juga harus bisa mengendalikan diri dari amarah, tidak berbicara kotor, ghibah, marah-marah, dan lain sebagainya.
Semua umat muslim sangat senang dan gembira menyambut bulan suci ramadan, mulai dari anak-anak hingga dewasa atau orang tua. Suasana bulan ramadan tentu jauh berbeda dengan hari-hari biasa. Hari biasa mungkin hanya beberapa masjid yang melaksanakan tadarus, di bulan ramadan semua masjid melaksanakan tadarus. Begitu syahdunya lantunan ayat suci Al-Qur’an yang terdengar dari rumah-rumah warga.
Jama’ah yang ke masjid tentu lebih banyak dari hari biasanya, karena selama ramadan kita melaksanakan salat tarawih dan mendengarkan ceramah atau kultum. Salat tarawih berjamaah yang begitu dinantikan, karena sempat ditiadakan salat berjamaah di masjid gegara covid-19. Alhamdulillah sekarang sudah bisa berjamaah lagi.
Bulan ramadan mengajarkan kita banyak hal. Salah satu di antaranya adalah ikhlas. Jika tidak ikhlas dalam menjalankan segala sesuatu termasuk puasa, kita tidak akan mendapat ridho Allah. Jadi sia-sia saja kita menahan lapar seharian. Mari kita menjalankan puasa dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, tidak banyak mengeluh.
Dengan berpuasa, kita bisa merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang menahan lapar karena kelaparan karena tidak mampu membeli beras atau makanan. Oleh sebab itu, Allah memerintahkan kita berpuasa agar bisa merasakan seperti yang mereka rasa karena keadaan ekonomi seseorang tidak sama. Kita harus bersyukur meski masih jauh dari kata mewah.
Mari selalu berbuat baik dan berbagi pada mereka yang membutuhkan. Semoga kita selalu diberi kesehatan serta dalam lindungan Allah SWT. Aamiin.
Marhaban Ya Ramadan.
Mohon Maaf Lahir Batin.
*Penulis adalah siswi SMPN 1 Watansoppeng
