Oleh: Liyana Zhafirah Salsabila*
Sudah tidak asing lagi di telinga kita yang namanya People come and go, yang artinya Orang datang dan pergi. Hal ini pun seringkali terjadi di dalam hidup kita. Ada kalanya keadaan memang hanya sekadar mempertemukan, bukan mempersatukan. Pelajaran baru menjadikanmu sedikit lebih dewasa dalam pemahaman bahwa dekat tak selalu berarti terikat.Terkadang aku berpikir kalau ada orang yang datang ke hidupku, aku hanya berkata, “Orang ini penasarannya sampai berapa lama ya”, dan pasti semua orang akan pergi kalau sudah waktunya. Semua yang di dekat kita ngak selamanya bakal bersama terus.
Manusia itu gampang berubah. Maka dari itu, kita tidak boleh berharap lebih kepada manusia. Aku pernah mengalaminya, dan aku mengatakan, “Kalo dari awal ngak pasti, harusnya jangan beri harapan lebih.” Memang sakit rasanya, tapi kita tidak bisa melawan takdir. Akan selalu ada yang namanya People come and go.
Saya pernah mengatakan,”Kalo ada People come and go, kenapa ngak ada People come and back ya? ” Tapi sudahlah. Itu tidak bakalan terjadi. Aku juga perlahan bisa menerima kenyataan dengan cara berdamai dengan masa lalu. Entah orangnya, lukanya, atau pun kenangannya. Sekarang prinsip aku, “Yang suka ya silakan, dan yang mau menjauh juga silakan.
Kalau tidak mau, ya kita harus terima kenyataan, bahwa faktanya people come and go, dan selalu ada, itu omong kosong, karena yang cinta dan sayang sama kamu itu cuma Tuhan dan diri kamu sendiri. So, don’t expect more from someone.
Bila bertemu dan berpisah ibarat matahari yang terbit dan tenggelam, maka aku ingin jadi langit yang selalu menerima fajar dan senja yang membuka dan menutup hari. Aku ingin jadi langit yang selalu tabah menerima terbit dan tenggelam, menerima siang dan juga malam.
*Penulis adalah siswi SMPN 1 Watansoppeng.
