Oleh: Nur Indah

Sejak kecil, ia terbiasa menjadi anak pertama yang belajar dewasa lebih cepat dari usianya. Tanpa pernah diminta, ia memahami banyak hal lebih awal—tentang tanggung jawab, tentang mengalah, tentang bagaimana caranya tetap kuat meski lelah.

Ia sering tertawa. Bukan karena hidupnya selalu bahagia, melainkan karena ia tahu, dari tawanya itu orang-orang di sekitarnya merasa aman. Selama ia terlihat baik-baik saja, semuanya seolah berjalan normal. Maka ia memilih tertawa, meski hatinya tidak selalu ringan.

Ia dikenal sebagai pribadi yang sabar. Ketika kecewa datang, ia memilih diam. Luka-luka kecil dan besar disimpannya sendiri, tanpa banyak kata. Sebagai anak pertama, ia belajar bungkam bukan karena tak ingin berbagi, tetapi karena merasa tak ada ruang yang benar-benar aman untuk bercerita.

Tak ada tempat bersandar selain bahunya sendiri. Di malam-malam yang sunyi, ia memeluk lukanya seorang diri, mencoba menguatkan diri dalam gelap. Ia menahan suara hatinya agar tak menambah riuh dunia yang sudah terlalu bising.

Ia jarang mendengar pertanyaan sederhana seperti, “Bagaimana harimu?” Yang lebih sering ia dengar justru, “Tolong mengerti, sekali lagi.” Dan ia pun kembali mengerti, meski dirinya sendiri belum tentu dimengerti.

Padahal, ia juga butuh jeda. Ia butuh ruang untuk beristirahat, untuk didengar tanpa dihakimi. Namun setiap keluhannya kerap dianggap sebagai bentuk perlawanan, hingga akhirnya ia memilih diam dan hampir tak pernah mengeluh pada keadaan.

Seakan-akan ia diciptakan hanya untuk memahami, dan terus memahami.

Ia pun menyimpan satu keinginan kecil: ingin dipeluk tanpa harus menjelaskan apa pun. Ingin ditanya tentang harinya, bukan tentang kewajiban yang telah ia tunaikan.

Meski hatinya sering dipenuhi retakan, ia memilih mengumpulkan serpihannya sendiri dan menyusunnya kembali dengan hati-hati agar orang lain tak ikut hancur, meski dirinya nyaris lupa bagaimana rasanya diperhatikan.

(Visited 20 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *