Oleh: Arga Ayu Kumala*
Kecewa merupakan perasaan yang sering timbul jika segala sesuatu tidak seperti yang diharapkan. Misalnya, belanja online barang tidak sesuai dengan yang ditawarkan, sudah berusaha tapi hasil belum maksimal dan masih banyak lagi contoh kecewa lainnya. Kecewa hal biasa bagi kita yang bisa menyikapi, tapi akan menjadi luar biasa bagi yang terlanjur emosi atau marah.
Rasa kecewa pernah aku alami ketika ingin membeli sepatu. Waktu itu aku dan mama pergi ke salah satu toko, tapi tidak ada sepatu yang seperti aku inginkan. Akhirnya aku beli yang ada saja meski tidak suka modelnya, karena mama malu jika tidak jadi beli. Dalam hati sedih sich, kecewa sudah pasti, tapi gimana lagi dari pada mamaku marah hanya gara-gara sepatu.
Waktu berangkat beli semangat, pulangnya lemes karena tidak sesuai yang aku inginkan. Sampai rumah nyesek sendiri, ingin menangis malu juga. Yaaa sudahlah, dipakai saja dari pada pakai sepatu yang tidak muat malah sakit kakinya. Mama sebenarnya tau kalau aku kurang suka dengan sepatu yang dibeli, tapi mama diam aja.
Memang, apa-apa kalau tidak sesuai itu rasanya lain, tidak seperti kalau sesuai yang diinginkan rasanya senang dan bahagia. Tapi aku tetap bersyukur meski kecewa. Aku tidak boleh egois hanya karena hal sepele. Harusnya aku tidak boleh sedih harus banyak bersyukur karena sekolah lebih penting. Ilmu diraih dari belajar bukan dari sepatu. Heheheā¦
Tak perlu bersedih saat kecewa, bersyukur lebih baik. Terlebih untuk diriku sendiri, tidak boleh mengeluh, harus tetap semangat, menjadi anak baik dan selalu berbuat baik. Kecewa itu biasa, berbuat baik harus. Tak perlu larut dalam kekecewaan, mungkin belum rezekinya.
Semoga kita dijauhkan dari kecewa yang lebih menyedihkan atau menyakitkan. Misalnya, jangan berharap kepada manusia karena manusia sewaktu-waktu berubah pikiran, yang semula baik bisa menjadi tidak baik. Berharaplah hanya kepada Allah SWT. Jadikan rasa kecewa sebagai ujian kesabaran.
* Penulis adalah siswi SMPN 1 Watansoppeng
