Oleh: Aisyah Nur Adhayani

Diawali dengan insan yang asing, dilanjutkan sapaan singkat, ditengahi oleh terbawa asik, ditutup dengan kembali asing. Siklus dan fase seperti ini sudah pasti ada dicerita hidup kita. Entah itu asing dengan seorang sahabat atau pun orang yang benar-benar dulu dekat dengan kita.

Mungkin kalian bertanya, kenapa harus ada perkenalan jika akhirnya akan menjadi asing lagi? Jawabnya, karena semesta ingin mengajarkan kalian untuk lebih dewasa lagi, lebih siap menerima kenyataan lagi, dan pastinya selalu ikhlas merelakan sesuatu serta belajar dari apa yang telah pergi. Asing dengan orang yang pernah menjadi peran dalam cerita hidup kita itu sudah sering terjadi.

Seorang pemeran memang tak akan selalu menjadi pemeran utama dalam hidup kita. Ada saat dimana perannya akan tergantikan dengan sesuatu yang lebih baik atau mungkin justru peran kita yang tergantikan dengan yang lebih baik di luar sana. Tidak ada yang tahu apakah kita termasuk peran penting di hidupnya, atau hanya sebagai burung yang singgah saja. Kenangan yang banyak sudah berhamburan. Hamburan-hamburannya sudah terbawa angin yang kencang.

Pepohonan juga menjatuhkan dedaunan kering untuk mengakhiri cerita. Jika ada yang lebih manis dari gula, itu adalah awal pertemuan.

Watansoppeng, 10 Februari 2023

(Visited 42 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *