Seseorang bisa berhasil tanpa adanya pembimbing? Sangat dan sangat mustahil.

Ini tentang kisah saya yang berhasil muncul ke tepi-tepi orang hebat dengan bantuan orang hebat.
Namanya Bapak Ruslan Ismail Mage. Sapaan akrabnya Om RIM. Beliau adalah pembimbing hebat saya di sebuah dunia literasi yang dikenal dengan “Pena Anak Indonesia”.

Beliau salah satu dari banyaknya orang-orang yang telah mendorong saya untuk terus maju di dunia literasi. Tidak hanya itu, beliau juga banyak mengajarkan tentang dunia kepenulisan.

Hari ini, tepatnya 27 Juli, beliau memperingati hari kelahirannya. Selamat menduduki usia baru, Om RIM. Semoga yang terbaik selalu menghampiri panjang umur perjuangan dunia literasi. Tetap menjadi sosok pembimbing yang terbaik untuk kami…

Salam literasi

(Visited 42 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Jusnia Paseba

Jusnia Paseba tinggal di Kolaka Utara. Anak terakhir dari empat bersaudara ini memang cemerlang sejak kecil. Jusnia terkenal sebagai juara umum sejak di taman kanak-kanak, SD hingga SMP. Tidak hanya itu, dia pun pernah menjadi juara pertama lomba dai cilik dan juara pertama cerdas cermat Al-Qur'an. Jusnia mulai suka menulis sejak duduk di bangku SD. Dia sangat terinspirasi setiap kali membaca profil para penulis di halaman belakang buku paket sekolah. Mencoba mengembangkan kemampuannya menulis, Jusnia pernah ikut lomba menulis cerpen nasional dan berhasil meraih posisi top 50 cerpen terbaik dan kemudian dibukukan. Novelnya yang berjudul "Pesan Terakhir untuk Sang Fajar" sudah launching pada bulan Agustus 2021. Selain menulis, Jusnia pun hobi membaca cerita, baik yang bertema fantasi maupun yang bertema fiksi remaja. Moto hidupnya, "Jangan pernah ingin merasakan manis jika tidak ingin melewati pahitnya. Tidak ada sesuatu yang bisa instan, sekalipun itu mi instan."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *