Oleh : Nayla Basam
Kita pernah bersama
Kita pernah saling percaya
Kita pernah saling berkeluh kesah
Kita pernah melukis cerita
Padahal baru saja kemarin, kita adalah dua sosok manusia yang sedang dalam jeratan bahagia
Sampai lupa bahwa di dunia ini bukan hanya kamu dan aku saja yang ada
Entah bagaimana nanti
Kuharap kamu dan aku akan saling mengerti bahwa pergi bukanlah hal yang tepat untuk diakui
Terkadang kusebut kamu rusuk yang kukuh
Kadang juga kusebut kamu luka yang angkuh
Sekeras apapun kupikir
Ternyata inilah yang dinamakan takdir
Jika tak ada lagi alasan untuk mempertahankan
Maka hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah melepaskan
Kita, dua insan yang rasanya hampir hirap termakan waktu
Tak pernah aku berusaha untuk melupakanmu
Pasrah dengan keadaan yang hanya membuatku semakin hanyut akan kalbu dan baswaramu
Aku yang selalu tergamang mengingat lakunaku telah pergi dan tak terlihat lagi
Jika harap dan semogaku benar-benar tak ada artinya
Maka biarkan sarayu dan nabastala yang menjadi jembatan jika dirimu membutuhkan diriku sebagai nuragamu
Watansoppeng, 16 November 2021
