Oleh: Ulva Mega Puspita
Dokter menjadi profesi yang selalu dibutuhkan dari masa ke masa. Pasalnya, ilmu yang dimiliki dokter sangat bermanfaat bagi masyarakat, terlebih bagi masyarakat yang sedang sakit dan butuh pengobatan.
Ilmu kedokteran pun selalu mengalami perkembangan. Saat ini suatu penyakit setelah dideteksi, bisa ditangani cepat dengan ilmu kedokteran dengan perlengkapan yang semakin canggih.
Saat ini perguruan tinggi juga sudah banyak yang menawarkan Fakultas Kedokteran, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta. Siswa yang punya cita-cita menjadi dokter pun bisa dengan mudah memilih jurusan Kedokteran di kampus pilihannya.
Kondisi ini tentu berbeda di zaman dahulu di mana tidak semua rakyat Indonesia bisa sekolah, bahkan bisa mengenyam pendidikan dokter. Tetapi tahukah kamu siapa dokter perempuan pertama di Indonesia?
Yah, sosok tersebut adalah Marie Thomas. Melansir dari laman Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan (Unpas), Marie Thomas merupakan perempuan Minahasa yang lahir pada 17 Februari 1896. Saat kecil ia hidup berpindah dari kota ke kota lain mengikuti orangtuanya.
Marie Thomas bisa meraih gelar dokter karena mendapatkan beasiswa untuk menjadi dokter. Sebelumnya, ia adalah apoteker perempuan pertama di Belanda. Marie Thomas merupakan dokter yang menekuni bidang obstetri, ginekologi dan fokus pada bidang kebidanan. Semasa hidupnya, Marie Thomas harus berkompetisi dengan dokter laki-laki.
Dia juga menjadi satu-satunya perempuan yang berhasil masuk Sekolah Pendidikan Dokter Hindia Belanda (STOVIA) yang notabene sekolah khusus laki-laki dan berhasil lulus dengan gelar Indisch Arts (Dokter Hindia) pada tahun 1922.
Marie Thomas memulai praktik di RS Cipto Mangungkusumo yang saat itu bernama _School of Training of Native Physicians_ (STOVIA).
*Dokter pertama yang mengenalkan metode kontrasepsi IUD*
Saat menjalani profesi sebagai dokter, Marie Thomas sempat berpindah-pindah tugas. Mulai dari Medan, Padang, Manado, dan kembali ke Jakarta. Marie Thomas kemudian bekerja di rumah sakit bersalin yang didirikan Yayasan Sovia.
Pada tanggal 16 Maret 1929, dia menikah dengan seorang dokter yang bernama Mohammad Joesoef asal Padang. Kemudian Marie mendirikan sekolah kebidanan pertama di Sumatera dan menjadi dokter pertama yang mengenalkan metode kontrasepsi baru di Indonesia seperti IUD.
Marie juga dikenal sebagai dokter dermawan dan kerap memberikan bantuan medis gratis kepada mereka yang tidak mampu. Tak lama kemudian Marie kembali ke Jakarta dan bergabung dengan partai politik yang salah satunya beranggotakan pahlawan Indonesia yaitu Sam Ratulangi.
Sebagai dokter perempuan pertama, semasa hidupnya Marie juga dikenal sebagai dokter pertama yang menangani program Keluarga Berencana (KB). Dia sering membantu perempuan yang mengalami kesulitan dalam persalinan.
Itulah sekilas informasi mengenai Marie Thomas yang merupakan dokter perempuan pertama di Indonesia.
Sumber :
(edukasi.kompas.com)
(www.parapuan.com)
