Oleh: Prienza Ulya Tibyan*
Ibuku adalah sosok yang lembut namun tegas. Aku sangat beruntung, karena telah diberikan seorang Ibu yang saat ini aku miliki. Kenapa enggak? Coba kalian dengar cerita singkatku dengan ibuku.
Saat aku lupa membantu membersihkan rumah, wajahnya terlihat sedih dan kadang ia marah. Namun ketika aku ikut membersihkan rumah, senyumnya kembali muncul, dan ia dengan senang hati menyiapkan banyak makanan kesukaanku. Dari hal-hal kecil itu, aku belajar bahwa perhatiannya selalu hadir dalam setiap kegiatan sehari-hari.
Kadang aku terlalu lama bermain game sampai malam, biasanya sih Roblox, hehe. Jadi langsung menegur ku. Tapi caranya menegur itu tidak sekasar seperti yang orang-orang lihat di media sosial. Ibuku tidak pernah membentak. Ia menegurku dengan lembut dan mengingatkanku untuk sholat. Baginya, tugasku bukan hanya bermain dan belajar, tetapi juga harus. ingat sama Allah. Nasihatnya sederhana, namun selalu aku ingat karena disampaikan dengan penuh kasih sayang.
Kadang di saat tertentu ada satu makanan ibu yang sangat enak. Sehingga aku memuji masakannya dan mengatakan bahwa makanan buatannya enak, dan wajahnya langsung tersenyum bahagia. Ia akan memasak makanan itu lagi untukku, seolah kebahagiaannya tumbuh dari kata-kata kecil yang tulus. Masakan ibu bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang cinta yang ia berikan di setiap suapan.
Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, ibuku sudah tahu bahwa aku akan memberi salam dan salim kepadanya. Makanya, ia akan selalu meminta dicium dan dipeluk, lalu mendoakanku agar hari-hariku berjalan lancar. Pelukan itu membuatku merasa tenang dan siap menghadapi dunia di luar rumah.
Aku adalah anak yang terlalu penurut, jadi aku selalu menuruti semua nasihat dan aturan ibu. Jadi sering kali ia mendahulukanku. Namun ibuku tidak pernah pilih kasih. Ia membagi cintanya dengan adil kepada semua anaknya, termasuk aku. Di Hari Ibu ini, aku menyadari bahwa kasih sayangnya adalah hadiah terindah yang tak tergantikan.
Maka dari itu, aku mengucapkan…
Selamat Hari Ibu untuk semua ibu di seluruh dunia! Terima kasih atas cinta, kesabaran, dan doa yang selalu mengiringi setiap langkah anakmu.
Watansoppeng, 22 Desember 2025
*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng Kelas 8.4
