Oleh: Adit Anugrah Pratama*

Aku pernah merasakan titik paling gelap dalam hidupnya. Kehilangan semangat belajar, menjauh dari teman-teman, bahkan mulai merasa diri tidak berharga. Malam-malamku hanya diisi dengan renungan panjang, bertanya-tanya apakah hidupku masih punya arah.

Namun, ada satu hal yang membuatku tetap bertahan: keluargaku.

Suatu malam, saat Aku duduk termenung di teras rumah, keluargaku menghampiri. Dengan suara tenang, mereka berkata,”Nak, jalan hidupmu memang tak selalu mudah. Tapi ingat, selama kau berjalan di jalan yang benar, kami akan selalu ada untukmu.”

Kata-kata itu menancap dalam hatiku. Aku sadar, selama ini ia terlalu sibuk memikirkan kegagalan, hingga lupa bahwa ada keluarga yang setia menunggu dan percaya padaku.

Keesokan harinya, Aku mulai mencoba bangkit. Belajar lebih rajin, ikut kegiatan positif di sekolah, dan perlahan meninggalkan kebiasaan buruk yang dulu menjeratku. Setiap kali goyah, ibu selalu memberi pelukan hangat, kakak memberi semangat, dan keluarganya memberi nasihat bijak.

Dukungan itu menjadi energi baru bagiku. Aku merasa tidak sendirian. Aku tahu, selama berusaha dan tetap berada di jalan yang benar, keluarga akan selalu menjadi rumah tempatku kembali.

Sampai pada suatu sore, setelah melewati hari yang panjang, Aku menatap langit jingga dan tersenyum kecil. Dalam hati berbisik, “Aku tidak takut lagi jatuh. Karena aku tahu, ada keluarga yang selalu siap menopangku bangkit, selama aku berjalan di jalan yang benar.”

Dan sejak hari itu, langkahku terasa lebih ringan. Aku bukan hanya berjuang untuk diri sendiri, tapi juga untuk mereka yang selalu percaya kepadaku.

Watansoppeng, 3 September 2025

*Penulis adalah Siswa SMAN 1 Soppeng

(Visited 29 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *