Oleh: Adhini Khumairah Latifa

Halo semuanya, kali ini saya akan menceritakan tentang ruang tanpa nama, atau bisa juga disebut tentang rumah yang tidak selalu berbentuk bangunan. Definisi rumah itu adalah tempat pulang, di mana kita bisa menjadi diri kita sendiri tanpa khawatir tentang apa pun. Rumah itu tempat pulang, kan?

Kini saya berada di bangku kelas 10. Ketika saya bingung ke mana saya akan pergi, terkadang saya memilih untuk pergi ke sekolah menengah pertama saya, yaitu SMPN 1 Watansoppeng. Di sana tidak banyak yang berubah. Adik-adik dan kakak-kakak purna yang ada di sana masih menerima saya apa adanya. Canda, gurau, sedih, senang, masih kami lakukan bersama. Kalimat “satu rasa” itu tetap melekat meski saya bukan lagi anggota. Rasa kekeluargaan pun masih sama. Yang berubah hanyalah orang-orangnya saja, dan itu membawa sedikit perbedaan.

Ada masa di mana saya dan teman-teman saya berhalangan untuk hadir akibat kesibukan di sekolah masing-masing. Kesibukan itu berlangsung selama kami semua memiliki sekolah yang berbeda-beda. Suatu hari, pertanyaan ini muncul di benakku, “Kalau saja kita berada di sekolah yang sama, apa mungkin keadaan akan berubah? Apa mungkin perbedaan itu tidak ada di antara kita semua?”

Satu tahun telah berlalu. Kini perbedaan itu makin terasa. Tak ada lagi perkumpulan di setiap Sabtu, tak ada lagi candaan yang berlebihan, semuanya telah berubah. Sifat relatif manusia benar-benar ada.

Tak ada lagi yang perlu dipaksakan. Rasa kekecewaan serta kesedihan ini saya lampiaskan dengan mencintai K-Drama. Menikmati setiap judul dan episode yang berbeda adalah cara saya melupakan hal-hal yang telah berlalu. Meski sesekali saya tetap kembali, kalimat “Setia selalu bersama, Vegters Scout selamanya” mengingatkan saya pada pengalaman-pengalaman tiga tahun terakhir yang tak akan terlupakan itu.

Saat ini, saya menemukan jati diri saya yang baru. Jika kemarin saya terlalu dibodohi oleh percintaan, maka hari ini saya telah mengikhlaskannya. Tempat pulang tidak selalu dalam bentuk bangunan, tapi kadang kala dalam bentuk kekeluargaan yang tak sedarah saling melengkapi. Dan juga, kadang kala dalam bentuk sebuah K-Drama yang dapat menjadi tempat pelarian saya.

Watansoppeng, 26 Juni 2025

(Visited 18 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *