Oleh: Nur Aqilah Salim*

Jika sampan nelayan itu berlayar terlalu jauh
Ada baiknya ingatkan ia kembali berlabuh
Terus berjalan tanpa arah juga salah
Ulah tersebut bisa menenggelamkannya
Habis terkikis terumbu karang paling bawah

Diam sejenak kadang jadi jalan terbaik
Atau berpasrah kepada pemilik semesta
Nanti juga akan ada jalan-Nya

Tiada hidup yang berjalan tanpa ujian
Untuk lulus kita perlu bertahan dan belajar
Merelakan semua yang telah terjadi
Bicara hangat ke diri sendiri
Ukir yang tak terucap di hamparan harapan
Hanya ada kau dan segala lukamu.

– 29 Juli 2023

*Penulis adalah Siswi SMAN 8 Soppeng

(Visited 15 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Nur Aqilah Salim

Aku biasa dipanggil Qilaa. Lengkapnya Nur Aqilah Salim. Bergabung di Pena Anak Indonesia sejak 25 September 2021 dengan tulisan pertamaku sebuah sajak berjudul “Sandiwara”. Berawal dari menuliskan yang tak terlisankan, hingga akhirnya pada awal tahun 2022 kumpulan goresan penaku dan teman-teman dibukukan, menjadi buku pertama kami yang saat itu masih berstatus pelajar di SMPN 1 Watansoppeng. Sekarang aku sedang menikmati hiruk pikuk organisasi di SMAN 8 Soppeng! Jika ditanya apa hal yang dapat membuatku kecewa, jawabnya adalah semua energi negatif dari segala perilaku tega manusia di muka bumi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *