Oleh: Zahra Mutia Syafirah*

Bisakah aku mempunyai teman di masa putih biru nanti? Bisakah aku menjadi teman yang terbaik di masa putih biru nanti? Apa aku bisa mendapatkan kisah pertemanan seperti orang lain? Hal itu sudah menjadi pertanyaanku sehari-hari sebelum menginjak bangku SMP. Aku selalu takut tidak bisa mempunyai teman, karena pada saat itu aku merupakan seseorang yang tidak percaya diri.

Tibalah saat MPLS. Banyak paras yang tidak kutahu. Nama yang tidak familiar terdengar, dan ada beberapa yang berasal dari suku dan agama yang berbeda. Aku masih memiliki perasaan gengsi yang terus menghantui ketika aku ingin mengajak mereka untuk berkenalan. Aku selalu takut respon mereka buruk dan juga menjelekkanku.

Namun, tiga hari saat menjalani masa MPLS, aku mempunyai suatu pikiran yang mendorongku untuk mengajak berkenalan salah satu dari ratusan orang-orang yang mendaftar di sekolahku. Dengan perasaan gugup aku mulai mengajaknya berbicara dan di saat itulah kami mulai akrab.

Lama kelamaan aku sudah terbiasa untuk mengajak teman-teman baruku berbicara tanpa perasaan canggung. 5 bulan telah terlewati. Saling bercanda tawa di sekolah bersama teman teman baruku. Dengan mereka, tawaku merekah, kenangan yang akan terus kuceritakan hingga saat nanti masa kami telah usai. Kuharap pertemanan kita tidak hanya berjalan selama tiga tahun saja namun akan abadi selamanya.

Teman sekolah yang baik membuat masa-masa indah menjadi lebih baik dan masa-masa sulit menjadi lebih mudah”.

*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng, Kelas 7.1

(Visited 110 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *