Oleh: Annisa Zahra Shabirah*

21/2/2023 lalu, aku melihat seseorang dari kejauhan. Aku bertanya-tanya siapakah dia? Dia begitu sempurna. Aku selalu memikirkannya. Aku selalu pergi untuk melihatnya, meskipun hanya sebentar. Aku bingung, Apakah aku mempunyai perasaan sama dia? Karena setiap melihatnya hatiku sangat tenang.

Seiring berjalannya waktu, aku selalu memikirkanmu. Kau begitu sempurna, namun ternyata kamu memiliki seorang kekasih. Aku sedih karena orang yang selalu kupikirkan selama ini sudah menjadi milik orang. Pada saat itu aku memutuskan untuk tidak memikirkan mu lagi dan fokus dengan dunia dan setelah beberapa bulan apa yang terjadi? Ya, perasaanku pulih kembali kepada orang yang sama.

Pada saat memasuki sekolah, aku melihatmu dari kejauhan aku sangat senang. Teman-temanku sering mengejekku dengan namamu. Mungkinkah kau sadar bahwa aku mempunyai perasaan, namun kau abaikan perasaanku? Aku bingung dengan sifatmu yang membuatku maju atau mundur.

Aku menyukaimu selama berbulan-bulan. Namun apa hasilnya? Kamu terus saja mengabaikanku, dan tiba saatnya di mana hatiku hancur karena melihatmu bersama orang lain. Mengapa? Aku yang berjuang lama untuk mendapatkanmu kenapa dia yang bersamamu? Ternyata betul kata orang-orang bahwa sebesar apa pun perasaanmu akan kalah dengan orang yang dia sukai. Saat aku sudah ingin menyerah, aku dikuatkan oleh beberapa temanku. Namun aku sudah lelah. Aku menyerah dan memutuskan untuk tidak mengejarmu lagi.

“Jika aku disuruh untuk memilih senja atau hujan, aku lebih memilih untuk tidak mengenalmu. “

Bukunya aku tutup ya? Ini udah waktunya aku tutup semua tentang dirimu. Berbahagialah saat ini. Aku benar-benar mengikhlaskanmu. Kalau kemarin aku masih keras kepala memperjuangkanmu, kini tidak lagi.

*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng, Kelas 7.1

(Visited 117 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *