Oleh: Afiatul Husnah*
Ibu adalah sosok malaikat tak bersayap bagiku. Karena ibu adalah detak jantung di rumah dan tanpa dia sepertinya tidak ada detak kehidupan. Tanpa dia juga aku tidak bisa tumbuh besar seperti sekarang ini. Dia adalah wanita paling hebat yang pernah kutemui dan kumiliki
Ibuku, dialah yang telah mengandung selama sembilan bulan tanpa adanya kata lelah, dan berani mempertaruhkan nyawanya demi bisa melahirkanku. Dia yang membesarkanku sampai sekarang ini. Dia telah berusaha memenuhi semua kebutuhan kami meskipun dia sedang kesulitan. Dia selalu berusaha terlihat tetap kuat di hadapanku meskipun dia sedang sakit.
Ibu, terima kasih telah merawatku sampai sekarang dengan sangat baik tanpa memikirkan dirimu sendiri. Mungkin kata terima kasih tidak cukup untuk membalas semua kebaikan dan perjuangan yang telah engkau lakukan untukku. Maaf karena aku selalu menyusahkanmu. Tolong hidup lebih lama agar engkau bisa melihatku sukses nanti.
“Menjadi ibu adalah pertaruhan terbesar di dunia. Itu adalah kekuatan hidup yang mulia. Sangat besar dan menakutkan, itu adalah tindakan optimisme yang tak terbatas.” (Gilda Radner)
*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng, Kelas 7.3
