Oleh: Ridho Putra*
Beberapa hari kemudian, Dewin menunggu Ayzluck untuk mengantarkannya ke kantor yang kebetulan bersebelahan dengan kantor Ayzluck. Namun, Ayzluck tidak kunjung datang. Dewin merasakan keanehan pada Ayzluck. Dia malah berpikir yang bukan-bukan. Tidak lama setelah itu, datanglah Ayzluck dengan mukanya yang basah. Padahal hari masih dingin, tapi Ayzluck malah keringatan.
Dewin hanya menganggap itu biasa. Dia pun pergi ke kantor. Ayzluck dan Dewin pergi ke kantornya masing-masing. Tidak lama setelah itu, kantor Ayzluck jadi kacau balau. Ternyata secara tiba-tiba, Ayzluck menjadi bertingkah aneh. Direktur kantor Ayzluck menjadi sangat marah dengan Ayzluck. Ayzluck pun di PHK dan tidak boleh lagi bekerja disana.
Siangnya, Dewin mengajak Ayzluck untuk makan siang di warung langganan mereka. Namun, Ayzluck menolak. Dia lebih memilih untuk pulang. Dewin yang paham dengan keadaannya terpaksa harus membiarkan dia pulang. “Aku bisa pulang dengan yang lain kok” kata Dewin. Ayzluck pun pulang ke rumahnya. Namun di sisi lain, Dewin curiga dengan Ayzluck karena mukanya yang basah sejak pagi dan bau darah. Bahkan Dewin mendapatkan informasi jika Ayzluck di PHK dikarenakan bertingkah aneh di kantor. Apa yang akan dilakukan Dewin?
𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜
*Penulis adalah Siswa SMAN 1 Nan Sabaris,Padang
