Sepulang dari kantor, Dewin menyuruh temannya untuk pergi ke gedung pusat. Kebetulan, temannya tinggal di sebelah gedung pusat. Dewin pun menyegerakan dirinya untuk ke sana. Sesampainya di sana, ia bertemu langsung dengan Hydho. Dewin menceritakan kejadian yang baru saja ia rasakan tadi siang.

Mendengar cerita Dewin, Hydho merasa bahwa ada yang aneh jika seperti itu kejadiannya. Pada akhirnya, Hydho dan Daniel berangkat dengan Dewin menuju kantor Ayzluck. Di sana, ia mendapatkan informasi dari direktur kantor bahwa Ayzluck tiba-tiba bertingkah aneh seperti orang kesurupan. Hydho makin curiga. Hal itu membuat Hydho menyuruh Dewin untuk pergi menuju rumah Ayzluck. Dewin menyanggupi. Dewin dengan segera membawa mereka ke rumah Ayzluck.

Namun sesampainya di sana, rumah Ayzluck kelihatan kosong dan bercak darah di dinding dan pintu rumahnya. Hal itu membuat bulu kuduk Dewin merinding. Hydho dan Daniel menyiapkan senjatanya untuk jaga-jaga. Tiba-tiba, “Kraakk, Kriiikk, Krakk, AAAAAAAAAAAA” jeritan muncul dari arah luar pagar rumah Ayzluck. “Apa itu? Seperti tulang patah, aku sangat ngeri mendengarnya” ucap Dewin yang mulai ketakutan. Sebenarnya, suara apakah itu? Apakah itu Ayzluck atau seseorang yang butuh pertolongan atau hanya bunyi yang tidak ada apa-apa?

𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜

(Visited 11 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *