Oleh: Ridho Putra*

Bertahun-tahun kemudian, kini Hydho telah tumbuh dewasa. Namun, dirinya masih memikirkan tentang Daniel. Hal itu membuat dia ingin bertemu dengannya. Walaupun banyak tantangan yang dia hadapi, Hydho pantang menyerah. Dia akan selalu berusaha untuk menyempatkan dirinya bertemu dengan Daniel.

Beberapa hari kemudian, Hydho bisa bertemu dengan Daniel di saat malam purnama. Pada saat itu, Daniel sedang duduk terdiam meratapi bintang di langit malam. Karena pada saat itu malam purnama, tentunya Hydho menjadi manusia serigala. Daniel yang melihat Hydho menatap dirinya membuat kepalanya sakit lantas sering berpikir tentang tekanan batinnya. “Kok bisa manusia serigala overpower seperti dia dipaksa, apa mungkin dia..? ” pikirnya dalam hati.

Hydho langsung menyapa Daniel yang termenung. Hydho mencoba untuk duduk di dekatnya. Namun, Hydho tidak berani untuk berbicara karena muka masamnya. Tidak lama kemudian, Daniel mulai membuka suara. “Kamu, benarkah kamu dipaksa oleh orang tuamu untuk bertarung denganku?” tanya Daniel. Hydho terdiam dan merasa saat ini adalah waktu yang tepat untuk menceritakan segalanya.

“Iya. Sebenarnya aku sudah lelah dengan permusuhan Wolf dan Human yang selalu bertarung hanya untuk kesenangan” ucap Hydho. Daniel tercengang dengan penjelasan Hydho tersebut. “Sepertinya kita ditakdirkan untuk bersama. Oh ya, namamu siapa?” tanya Daniel. “Namaku Hydho, namamu Daniel kan?” tanya Hydho meyakinkan. “Iya” jawab Daniel dengan singkat. “Hydho, lebih baik kita berteman diam-diam, agar kita bisa merubah dunia untuk menjadi lebih baik” ucap Hydho. Akhirnya Hydho dan Daniel resmi berteman pada saat itu. Apakah mereka akan selamanya menjadi teman?

Penasaran? Jangan sampai terlewati cerita “Hydho and Friends : Hydho and Daniel’s Story” part berikutnya.

𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜

*Penulis adalah siswa SMAN 1 Nan Sabaris,Padang

(Visited 18 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *