Oleh: Andi Salya Tanisha*
Teman-teman, saat aku memasuki sekolah menengah pertama (SMP), di dalam hatiku sudah memiliki tujuan kecil untuk bergabung di organisasi siswa intra sekolah (OSIS). Namun, dalam benakku muncul juga rasa kalau mungkin itu hanya angan-angan saja. Tetapi raga ini tidak mau patah semangat untuk mengejar tujuan itu. Saat kelas VII, aku mencoba ikut mewakili kelas untuk mendaftar memasuki organisasi siswa intra sekolah, dan aku tidak pernah menyangka dapat diterima sebagai anggota seksi bidang kesehatan dan bela negara. Sebuah langkah kecil yang membuat aku sangat senang dan bangga pada diri sendiri. Di dalam organisasi itu aku belajar banyak hal seperti bertanggung jawab, memiliki jiwa dan sikap kepemimpinan, belajar bagaimana manajemen waktu, menikmati arti kebersamaan, dan masih banyak lagi. Tapi, tidak terasa periode menjadi anggota OSIS sudah akan berakhir dan sekarang giliran aku dan teman angkatan yang akan mengatur dan membuka periode baru.
Pendaftaran calon ketua OSIS sudah dibuka. Saat itu aku bimbang apakah memilih mendaftar atau tidak. Kebimbangan itu juga selalu memunculkan pertanyaan “Apa aku bisa? Apa aku pantas? Apa aku sanggup? dan masih banyak lagi pertanyaan yang memenuhi benakku. Tetapi, jika aku terus terusan di zona nyaman, itu berarti aku tidak bisa merasakan dan mempelajari hal baru yang luar biasa dalam hidupku. Akhirnya, aku bertekad untuk mendaftar. Berbagai tes aku lalui, mulai dari tes tertulis, wawancara, hingga ke pemaparan visi misi. Namun yang paling berkesan adalah ketika pemaparan visi misi. Mengapa begitu berkesan? Karena pada saat itu aku melupakan satu misi untuk aku paparkan. Tetapi aku berusaha untuk tidak cemas. Aku harus tetap tenang, walaupun pada akhirnya aku melewatkan satu misiku. Semua itu tidak membuatku sedih dan langsung putus asa begitu saja. Setelah mendapat tepuk tangan dan sorak-sorai penyemangat dari teman-teman, aku merasa bersyukur sekali mendapat teman yang selalu mensupport seperti mereka.
Selang beberapa minggu, diadakanlah pemilu raya. Hari itu aku sempat kepikiran, “Apa ada orang yang akan memilihku?” Aku merasa mengambil langkah yang salah, namun ada sahabat yang selalu memberiku semangat dan hal itulah yang membuatku selalu berpikir positif. Akhirnya, tibalah hari yang membuat hatiku berguncang yaitu “Musyawarah Besar.” Dalam kegiatan itu akan diadakan pengumuman suara dan penentuan ketua OSIS.
Tanganku dingin, jantung berdebar kencang, pikiranku sudah mulai kacau. Tapi, lagi-lagi aku merasakan peran seorang sahabat yang sangat penting. Ia selalu memberi semangat dan itu membuat rasa cemasku berkurang. Saat pengumuman tiba dan namaku disebut terpilih sebagai ketua OSIS, rasanya seperti mimpi aku bisa sampai ke titik itu. Tidak henti-hentinya aku mengucapkan terima kasih kepada Tuhan, bershalawat dan bersyukur.
Namun dibalik semua ini, ada tanggung jawab dan tantangan baru yang harus aku lewati. Aku tidak lupa dengan tujuanku dari awal mencalonkan diri yaitu menyalurkan ide-ide/gagasan kreatif, serta mewujudkan inovasi-inovasi yang aku pikirkan selama ini. Aku bertekad untuk mengangkat nama sekolah ke tingkat yang lebih tinggi, memajukan sekolah, OSIS, dan membanggakan kedua orang tua.
Semua ini adalah rangkaian pencapaian yang terindah dalam hidupku. Semoga dengan tanggung jawab baru yang dibebankan di pundakku, aku bisa amanah, lebih bersemangat, serta bisa menggali semua potensi yang aku miliki demi kemajuan sekolah. Aamiin.
*Penulis adalah Ketua OSIS SMPN 1 Watansoppeng
Watansoppeng, 25 Februari 2023
