Oleh: Manda Gusrila Suari
Hey ,kenapa? Kok kamu kecewa sama nilai kamu? It’s okay. you’re doing best ! Kamu sudah berusaha demi nilai yang bagus. Tidak apa-apa kalau nilai kamu belum sesuai sama yang kamu inginkan. Yang penting kamu sudah berusaha, kamu hebat banget dapat nilai seperti itu dengan usaha kamu sendiri. Mungkin itu memang sudah takdir. Nanti lebih semangat lagi belajarnya biar nilainya lebih baik lagi. Okay? Keep spirit!
Kadang menyemangati, insecure dan kadang overthinking.Kadang kita pasti mikir padahal kita sudah mati-matian belajar demi nilai bagus, ehh tetap aja kalah sama orang yang suka nyontek. Ngejar nilai itu capek dan sangat melelahkan, padahal cuma angka .Orang- orang selalu nanya “Kenapa sih lo ngejar nilai? Padahal kan nilai lo udah bagus, dapat juara kelas terus”.
Aku hanya bisa diam.
Orang tua aku gak nuntut agar nilai harus bagus, tapi orang tua berharap agar suatu saat anaknya bisa dapat beasiswa untuk kuliah. Orang tuaku selalu memberikan semangat dan dukungan, selalu memotivasi untuk belajar rajin agar nilai bagus dan dapat beasiswa untuk kuliah.
Di situlah aku berada di tengah-tengah. Aku takut mengecewakan diri sendiri, dan orang tua. Aku bingung, kadang orang mengejar nilai sampai rela liat google dan catatan demi nilai yang tinggi pada saat ujian. Di mana letak kejujuran itu? Demi nilai orang tak peduli apa yang ia perbuat.Terkadang ia bangga bisa mendapatkan jawaban hanya karena ia melihat google. Sangat berbeda dengan orang yang belajar untuk ujian, ketika ia tahu nilainya rendah ia sangat kecewa dan menyalahkan dirinya.
Capek mental itu lebih melelahkan daripada capek fisik. Kalau yang capek fisik, yaa tinggal istirahat saja, tapi kalau capek mental, susah banget untuk menghilangkannya.
Rehatlah sejenak. Tuhan tahu semuanya. Kamu pasti bisa. Tuhan tidak mau kamu menyerah.
Ingat ya, kita hanya manusia yang standar kemampuannya terbatas. You’ve done the best!
*Penulis adalah siswa SMAN 1 Nan Sabaris, Padang.
