Oleh: Amelia Esa Purnama
Aku Amel, sekarang duduk di bangku kelas VII SMP Negeri 1 Watansoppeng. Aku akan menceritakan pengalaman bersama saudara tak sedarah yaitu sahabatku. Kami sudah berteman sejak kecil , dan sampai sekarang persahabatan itu masih terjalin dengan erat. Kami cuma beda umur 1 tahun. Dulu waktu SD kami selalu berangkat ke sekolah bareng, pulang sekolah pun kami juga janjian pulang bersama.
Kami sering bermain di halaman rumah. Aku menyayangi dia, begitu pula sebaliknya. Kami adalah saudara walaupun tidak sedarah. Setiap aku merasakan kesdihan, dia selalu ada untuk memberikan semangat, menghiburku hingga aku bisa tersenyum kembali. Aku menganggapnya sebagai rumah ke duaku. Dia adalah tempat curhat ternyaman ketika aku merasakan kegalauan dan putus asa.
Dia selalu menasihati aku. Membuatku kembali tertawa dan bangkit. Aku selalu merasa dihargai ketika bersamanya. Kami saling membantu ketika ada kesulitan. Aku bangga memiliki sahabat seperti dia. Kami berjanji untuk tidak saling meninggalkan. Aku berharap sekali semoga bisa tetap bersama dia sampai maut memisahkan kami.
Kami saudara walaupun tak sedarah. Terima kasih sahabatku karena sudah membuat hari-hariku selalu indah.
Watansoppeng, 25 Februari 2023
