Oleh : Elsa Andini

Hari Sabtu siang, aku dan beberapa keluarga berencana untuk pergi rekreasi pada hari Minggu. Pada Sabtu malam, kami berkumpul dan berunding tentang persiapan rekreasi ke permandian Tobaku.

Perencanaan waktu dan tempat sudah dibicarakan, akhirnya semua keluarga menyetujui dan itu sesuai dengan yang kami rencanakan tadi siang. Tante saya pun menyarankan kepada kami yang masih muda yang ingin ikut agar berkumpul di rumahnya setelah salat subuh supaya bisa membantu memasak makanan dan membantu mengemasi perlengkapan lainnya yang akan dibawa ke permandian Tanjung Tobaku.

Sebelum kami pulang ke rumah masing-masing, salah seorang paman kami menyarankan agar menyewa mobil saja karena kami tak memiliki kendaraan roda empat, sehingga makanan yang kami siapkan bisa dibawa sekaligus sehingga tidak merepotkan. Tentu itu saran yang sangat brillian, agar perjalanan kita mengasyikkan karena tidak terbebani barang bawaan yang terpisah jika harus diangkut dengan kendaraan roda dua.

Setelah selesai musyawarah, kami pun pulang ke rumah untuk tidur. Keesokan harinya, selesai salat subuh, aku bersama keluarga berkumpul di rumah tante untuk memasak makanan yang akan kami bawa.

Keesokan harinya, setelah makanan yang akan kami bawa telah siap, kami pun berangkat ke permandian Tobaku. Saat di perjalanan, suasananya mulus-mulus saja, tapi selang beberapa waktu, salah satu anggota keluarga mabuk berat.

Saat kami sudah sampai, Om menurunkan semua barang-barang yang kami bawa. Kemudian menyiapkan tempat pembakaran ikan dan ayam, sementara keluarga yang lainnya mulai berenang menikmati deru ombak sambil sekali-kali melirik ke arah pembakaran ikan karena aroma wanginya sudah menebar menusuk hidung.

Tak lama kemudian, sudah ada panggilan kalau Ikan dan ayamnya sudah selesai dibakar, siap untuk disantap. Kami pun makan dengan lahap, sesekali diselingi canda tawa riang secara bergantian. Kami benar-benar menikmati suasana pantai yang menakjubkan. Setelah makan, semua keluarga pun berlomba mandi-mandi, berenang dan berfoto ria.

Menjelang sore, kami berkemas-kemas untuk pulang. Saat perjalanan pulang, keluarga yang tadinya mabuk saat berangkat ke permandian, ternyata masih mabuk lagi. Karena tidak tega melihatnya sepanjang perjalanan mabuk, kami sepakat menyuruhnya turun dari mobil untuk selanjutnya naik motor saja. Tidak lama kemudian, kami pun sampai di rumah tante lalu berpamitan kembali ke rumah masing-masing. Namun, sebelumnya kami membersihkan badan dan mengganti pakaian.

Suasana di permandian sungguh sangat berkesan dan tak akan terlupakan.

(Visited 119 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *