Guru adalah orang tua kita di sekolah. Sosok yang tidak pernah lelah dan menyerah untuk mendidik generasi penerus bangsa. Guru adalah pahlawan tanpa jasa yang mencurahkan seluruh tenaga dan fikiran untuk mengajarkan kita agar bisa berdiri di atas kaki kita sendiri.

guru bukanlah sosok yang kaku tetapi mereka adalah sosok yang penuh kasih sayang. Meraka itu multifungsi karena bisa menjadi orang tua ketika mengajar dan mendidik, menjadi sahabat ketika dengan senang hati mendengarkan curhatan kita, siswa/siswinya, tentang berbagai hal dan sebagai kakak yang selalu merangkul dan melindungi.

Bagiku, mereka adalah sosok yang luar biasa istimewa karena mampu menyanyangi kita dengan segenap jiwa dan raganya walau tanpa adanya hubungan keluarga. Tak pernah membeda-bedakan kita dalam mendidik dan mengajar serta bergaul.

Jika ada yang bertanya kepadaku profesi apakah yang tingkat kesabarannya sangat tinggi maka ku jawab dengan lantang “Guru”. Mengapa? Cobalah lihat di lingkungan sekolah kita yang dihuni oleh sekian banyaknya siswa dengan berbagai macam karakter dan berbagai tingkah ajaib yang membuat sebagian orang geleng-geleng kepala tetapi guru tetap sabar menghadapi kita. Walau kadang mereka mengeluarkan air mata untuk meredahkan amarahnya karena kenakalan-kenakalan kita namun mereka tidak pernah menyimpan dendam. Marah mereka bukanlah rasa benci tetapi rasa kasih sayang dan keinginan agar kita bisa menjadi pribadi yang jauh lebih baik.

Guruku… Maafkan kami, siswa/siswimu, yang penuh dengan tingkah laku ajaib. Yang kadang membuatmu kesal, marah, menangis dan kecewa. Entah apa yang akan terjadi pada kami, generasi bangsa, jika sosokmu tak ada. Akankah negeri ini bertahan jika tanpamu.

Guruku… Jangan pernah menyerah untuk membimbing kami menuju jalan kesuksesan. Jangan lelah memberikan motivasi ketika kami akan menyerah untuk mencapai cita-cita. Tetaplah semangat dan teruslah tersenyum wahai guruku untuk menciptakan generasa bangsa yang berkarakter.

Guruku… Kuatkanlah pundakmu untuk tempat kami menyandarkan diri ketika sudah tak ada lagi pundak untuk kami bersandar. Kokohkan kakimu untuk terus melangkah menuntun kami ke gerbang masa depan yang cerah. Lapangkanlah hatimu dalam menghadapi kami yang luar biasa menguras emosimu.

Terima kasih guruku. Terima kasih untuk semua yang telah engkau berikan. Aku bangga menjadi muridmu. Ilmu yang engkau berikan akan selalu aku tanamkan dalam diriku dan akan aku bagikan kepada yang lain.

Guruku, pahlawan tanpa jasa. Pelita dalam kegelapan ilmu. Bintang-bintang yang menerangi langit malam. Biarlah namamu tak tertulis di dalam buku sejarah, namamu akan terukir abadi dalam diri dan sanubariku.

Selamat hari guru nasional untuk semua guru di Indonesia.

(Visited 47 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *