Oleh: Ryan Hidayat

Spesial itu, pasti akan selalu ada waktu untuk sesuatu yang berharga membuat hati tak bisa menepi. Bahagiaku kian tak terkira kala aku melewati pagar sekolahku. Senyumku kian tak terbendung melihat keceriaan guruku berjalan di teras kelasku.

Waktu terasa singkat berada dalam ruang yang kusebut sebagai jendela dunia. Kisah yang singkat pada cerita panjang kutuangkan dalam pena kenangan. Ini bukan tentang kegagalan Move On, Tapi kepercayaanku yang tak bisa mengulang kisah yang sama sekalipun waktunya berbeda.

Dalam kebisuan, aku termenung. Dalam hitungan bulan aku akan meninggalkan sekolah dan berpisah dengan teman-teman. Dalam lamunan aku khawatir, perjalanan yang masih panjang dengan bekal yang sedikit.

Kerugianku semakin kusadari, waktu yang berharga kemarin kubuang percuma. Kini aku mulai merasa berpacu dengan waktu. Kata ijazah yang hanya menandakan pernah sekolah tapi belum bisa jadi bukti pernah berpikir menjadi tantangan di sisa waktuku.

(Visited 53 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *