Oleh: Rizky Inayah

Teruntuk ibu, manusia yang hatinya sedalam lautan biru, satu-satunya manusia yang begitu berarti dalam setiap perjalanan hidupku. Dulu, ibulah satu-satunya orang yang mengajarkan ku berbagai banyak hal, salah satunya yaitu ibu mengajarkan ku agar tetap kuat dalam menghadapi setiap masalah. Aku masih ingat betul, ada setiap detail tentang hidupku yang tidak pernah luput dari perhatian ibu, dan aku masih ingat betul betapa paniknya ibu saat tubuhku tiba-tiba demam.

Sejak awal ibu adalah satu satunya manusia di muka bumi ini yang paling mencintaiku, bahkan ibu adalah sosok manusia yang paling bersyukur atas kelahiranku di dunia ini. Dulu, aku sempat berpikir, kenapa ibu begitu cerewetnya tentang diriku? Tapi ternyata, saat aku berumur 14 tahun sekarang justru perhatian itulah yang membuatku merindukan sosok ibu.

Sampai suatu malam aku pun terbangun dari lelapnya tidurku dengan pintu kamar yang sedikit terbuka, aku melihat ibu sedang tertidur begitu lelap. Aku melihat bagaimana keriput-keriput di mukanya semakin menekuk paras cantiknya. Aku melihat bagaimana dia memiliki banyak harap ditengah-tengah masa tuanya.

Aku ingin berterima kasih pada ibu karena telah mengizinkanku Menjadi buah hatinya. Terima kasih sudah sabar mendidikku sampai saat ini, dan terima kasih untuk masa kecilku yang kau penuhi dengan cinta dan kasih sayangmu. Maaf jika anakmu ini belum bisa sama sekali membahagiakanmu.

Terima kasih yah bu, telah berkenan menjadi ibu terhebatku.

Watansoppeng, 5 September 2022

(Visited 57 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *