Sore itu, rintik hujan mulai turun dan langit pun mulai gelap. Aku terdiam dan melamun.
Aku mau kamu tahu, bahwa diam-diam aku selalu menitipkan harapan yang sama dalam beribu-ribu rintik hujan, dan aku berharap bahwa kamu akan selalu ada buat aku.
Malam pun tiba dan hujan semakin deras. Aku berpikir, mungkin aku seperti hujan yang jatuh pada hati yang tepat. Namun, di waktu yang salah. Tetapi saat rintik hujan membasahi bumi, aku berharap jangan sampai tetesan air mata membasahi pipiku.
Kedatangan hujan benar-benar menyejukkan hati, begitu juga padamu.Tapi ketika hujan pamit, aku takut apakah kamu juga akan pergi? Apakah aku akan menjadi seperti rintik hujan.yang selalu kembali walau telah jatuh berkali-kali seolah tidak peduli seberapa banyak sakit yang aku rasakan saat ini.
