Oleh: Nayla Basam
Kenangan yang telah memudar, aku perlahan sembuh dari luka. Perihal keadilan semesta yang kini berpihak padaku setelah sekian lama. Yang pada kenyataannya bahwa setiap insan akan menaungi masa bahagia benar adanya.
Dan pada akhirnya, semesta menjawab segala pertanyaan yang kuajukan dahulu. Lantas kutemukan titik bahagiaku pada sosokmu. Barangkali, dalam dirimu bersemayam ribuan aksara, santak membuat diriku tak berdaya. Dari bagian bumantara manakah kamu berasal? Tiap kali netraku menatapmu, hatiku kian semakin jatuh.
Dirimulah yang layak aku sebut sebagai rumah. Tempatku berteduh, menyalurkan suka duka yang ku alami disetiap hariku. Hanya pada sosokmu aku merasakan apa itu nyaman dan apa itu kebahagiaan.
Terima kasih, karena kini aku menemukan tempat untuk singgah. Kutuliskan sepucuk surat tentang rasa, dan berharap jika pada lembaran akhir nanti bukanlah kata pisah, melainkan menua bersama.
Untuk yang terakhir kalinya, terima kasih Mr, R, atas segala cinta dalam cerita.
Watansoppeng, 10 Maret 2022
