Oleh : Khairunnisa
Soppeng kota kecil yang sangat indah. Rahma adalah anak yang sangat baik, ramah, cantik dan rajin belajar. Aku mengenalnya sejak 2 tahun yang lalu.
Suatu hari, uang kas dipegang bendahara sekolah hilang. Salah satu teman yang bernama Arbel, menuduh Rahma yang mencuri uang itu. Semua orang percaya lalu memarahi Rahma serta memaki-makinya. Rahma berusaha menjelaskan bahwa bukan dia yang mengambil uang itu, namun tidak ada yang percaya. Mereka melempari Rahma dengan kertas sampai keesokan harinya , Rahma demam dan tidak bisa ke sekolah.
Setelah satu minggu, Arbel merasa bersalah karena tindakannya itu. Dengan rasa malu, ia pergi ke rumah Rahma untuk minta maaf, dan menyuruhnya datang ke sekolah untuk memulihkan kembali nama baiknya di hadapan teman-teman.
Arbel dengan jujur menceritakan kelakuannya pada teman-teman kelasnya. Mereka marah pada Arbel karena merasa dibohongi. Arbel dilempari kertas persis seperti waktu ia menuduh Rahma dulu.
Rahma merasa kasihan dan membela Arbel, dan mengatakan kalau tindakan teman-temannya memusuhi Arbel itu tidak benar. Kita tidak boleh menyakiti seseorang, apalagi ketika orang itu sudah minta maaf dan berjanji untuk tidak melakukan lagi perbuatan itu.
Sejak saat itu, mereka rukun kembali.
Watansoppeng, 4 Februari 2022
