Oleh : Nur Aqilah Salim
Betapa malang nasib manusia itu
Memeluk lutut di sudut pikirnya
Merangkul setumpuk derita
Memikul sederet tanda tanya
Bibir terkunci dan mata sayu
Seakan gambarkan sesuatu
Mungkin batinnya sedang kacau
Namun, ia lebih memilih diam
Memendam dalam-dalam
Bagaimana tidak begitu?
Kala berlari ia terjatuh
Berjalanpun tak lagi mampu
Bingung kemana harus mengadu
Dibalik diamnya ada teriakan
Yang tak sanggup disuarakan
Padahal ia sangat layak ceritakan
Perasaannya yang berkecamuk
Benaknya sedari tadi diisi
Tanda tanya besar
Haruskah jadi dewasa
Agar suara kita didengar?
Tapi semakin dewasa
Hidup semakin sangar
Haruskah jadi petinggi
Agar lebih disegani?
Tapi nanti malah tak sanggup
Pikul beban sendiri
Dan masih banyak lagi
Tapi percayalah
Segala perih akan segera pulih
Perlahan membaik kembali
Kepada si manusia diam
Yang sebenarnya layak teriak!
Watansoppeng, 28 Januari 2022
