Oleh : Regina Salzabila
Wahai para pelaku perundungan, apakah tidak ada sedikit pun rasa kasihan dalam hatimu saat melakukan perundungan?
Apakah kau tidak mencoba memahami bagaimana perasaan para korban perundungan?
Cacian dan makian yang keluar dari mulut para pelaku perudungan itu hanya sampah yang sama sekali tak berharga.
Melontarkan kalimat yang buruk kepada seseorang membuat kalian para pelaku terlihat seperti tidak berpendidikan.
Korban tentu saja merasa sedih, bahkan sangat sedih
Hati mereka tergores, bahkan hancur berkeping-keping
Apakah dengan kalimat maaf itu akan kembali seperti semula?
Tentu tidak. Kertas yang sudah remuk tidak akan bisa kembali seperti semula walau sudah berusaha semaksimal mungkin
Hentikan perundungan
Mari kita saling berteman
Mari kita saling merangkul satu sama lain, tanpa membedakan gender, suku, dan ras
Mulailah hidup damai tanpa adanya perundungan
Teruslah menyebarkan perilaku positif pada semuanya.
Watansoppeng, 3 November 2021
