Hari ini, tepat pada tanggal 6 September 2022, aku masuk ke sekolah swasta di desaku. Aku masuk ke sekolah ini tidak sendiri. Aku bersama sahabat terbaikku, yaitu Cantika. Kami selalu bersama, mulai dari masuk sekolah taman kanak-kanak hingga SMA seperti sekarang ini.

Kami selalu bersama, baik dalam suka maupun duka, untuk meraih cita-cita kami. Cantika adalah teman pertamaku sejak taman kanak-kanak. Dia selalu setia menemaniku dalam suka dan duka. Hanya dia yang tulus mau berteman denganku tanpa memandangku sebelah mata.

Hingga saat ini, aku dan Cantika masih berteman baik dan bisa disebut sebagai sahabat. Dialah satu-satunya sahabatku. Kami berdua sudah saling mengenal dan saling menghargai perbedaan masing-masing.

Hari ini kami mulai menjalani masa orientasi siswa yang berlangsung selama satu minggu sebelum kami mulai belajar di kelas. Menurutku, masa ini cukup membosankan karena kami disuruh melakukan berbagai hal sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh kakak kelas kami.

Namun, ada cerita baru di balik masa orientasi siswa ini. Aku mendapatkan pujian pertama dari kakak OSIS-ku yang bernama Ani. Dia memuji karyaku yang terbuat dari kardus bekas karena bentuknya yang unik dan lucu. Karya teman-temanku yang lainnya terlihat hampir sama, sedangkan karyaku memiliki bentuk yang berbeda. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan pujian dari kakak OSIS-ku yang terkenal galak itu.

12 September 2022

Pagi itu adalah hari Senin, hari upacara pertamaku saat duduk di bangku SMA. Aku berharap ada langkah awal yang baik pada pagi itu. Namun, sayangnya, harapanku tidak berjalan sesuai keinginan.

Pagi itu aku terlambat bersama sahabatku, Cantika, karena kami berdua berangkat bersama dengan berjalan kaki sambil bercanda ria di sepanjang jalan. Namun, saat kami tiba di sekolah, ternyata bukan hanya kami yang terlambat. Ada pula beberapa kakak kelas kami yang datang terlambat.

Guru kesiswaan kami hanya memberikan peringatan agar kami tidak mencontoh kakak kelas yang katanya hampir setiap hari terlambat datang ke sekolah. Aku dan Cantika asyik mendengarkan ucapan beliau,

“Kalian sebagai kakak kelas harus memberikan contoh kepada adik kelas kalian. Masa adik kelas kalian yang memberikan contoh kepada kalian?”

Setelah beberapa menit, kami semua dipersilakan untuk memasuki kelas masing-masing.

Setibanya aku dan Cantika di kelas, aku bertemu dengan teman-temanku yang bernama Sapina dan Savira. Mereka berdua adalah saudari kembar yang hanya berbeda usia 10 menit.

(Visited 9 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *