Oleh: Almira Khalila Laiqa*

Hujan yang datang tanpa suara,
hujan yang jatuh perlahan di ujung senja.
Hujan itu membasuh debu di jalanan,
juga membawa kembali rindu yang terpendam.

Di balik langit kelabu,
hujan mengajarkanku
bahwa tenang tak selalu cerah,
yang sabar bisa tumbuh dari basah.

Setiap tetesannya bercerita
tentang luka yang ingin mulai menghilang.
Hujan itu meninggalkan sejuk,
hanya tersisa harapan di hatiku saja.

Watansoppeng, 8 Januari 2026

*Penulis adalah Siswi SMPN Watansoppeng Kelas 9.5

(Visited 33 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *