Oleh: Aprilla Harlina

Sesuatu akan terasa berbeda ketika kita telah mempelajari sesuatu. Aku setuju. Makna dari suatu hal yang kulihat hari ini berbeda dengan apa yang kulihat dulu. Semacam pemahaman baru yang singgah di kepala, yang baru kita sadari setelah melalui banyak perjalanan dan pembelajaran.

Berbicara mengenai pemahaman, sebenarnya aku juga tidak begitu paham. Bisa dibilang, belum. Sebab aku masih belum memiliki interpretasi sendiri. Namun bagiku, hal tersebut bukanlah masalah besar. Toh, seiring berjalannya waktu, kita pasti akan selalu menemukan makna yang baru. Hal yang bisa kulakukan saat ini hanyalah berencana dan berusaha. Semoga saja, semua itu benar-benar terjadi.

Aku pernah membayangkan diriku diterima oleh banyak orang. Mungkin itu yang disebut kebijaksanaan. Namun setelah kupikirkan lagi, aku merasa tidak akan bahagia jika benar-benar memperoleh hal itu. Justru aku hanya akan mendengus napas kesal dan berat setiap kali mengingatnya.

Lalu kupilih untuk mengalihkannya lewat tulisan. Aku pikir, dengan menulis, kita bisa merefleksikan diri, seolah berbicara dengan “diri kita” di masa lalu, dan jika dibayangkan, seperti dua versi diri yang sedang bercakap-cakap. Aku bisa melihat bagaimana diriku tumbuh dan berkembang, bagaimana dulu aku skeptis terhadap suatu masalah, dan bagaimana aku setuju pada sebuah pendapat.

Mungkin, penulisan ini tidaklah penting. Tidak ada kutipan yang bisa dipakai untuk kepenulisan ilmiah, apalagi yang berguna bagi banyak orang. Mungkin bagi sebagian orang, tanpa kualifikasi khusus, aku tidak pantas menulis. Meski begitu, aku tetap ingin menulis agar diriku yang sekarang bisa bertemu kembali dengan diriku di masa depan.

(Visited 29 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *